Friday, September 29, 2006

Beradaptasi di Tempat Kerja

Dalam menjalani keseharian di dunia kerja, Anda akan bertemu dengan beragam tipe orang. Dari yang menyenangkan sampai yang menyebalkan bahkan menjengkelkan. Dari yang pendiam sampai yang bawel, dari Mr. Helper sampai Mr. Cuek dari Ms. Smart sampai Mrs. Gosip, dan beragam tipe lainnya. Agar Anda sukses dalam karir dan bisa melaksanakan pekerjaan dengan lancar, Anda harus tahu bagaimana caranya menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Apa pun tipe rekan kerja Anda, Anda harus bisa bergaul dengan mereka. Jika Anda bisa bergaul secara baik dengan mereka, maka jalur karir Anda akan lancar dan aman.
Inilah hal-hal yang perlu Anda ketahui dan jalankan:
1. Jika Anda adalah karyawan baru, maka luangkan waktu untuk mengamati lingkungan dan orang-orang yang ada di sana. Banyak-banyaklah melihat dan mendengar dari berbagai lapisan dan sudut yang ada di perusahaan tersebut. Jangan terlalu banyak bicara dulu. Ingat, Tuhan menciptakan manusia dengan dua mata, dua telinga dan hanya satu mulut. Apalagi Anda sebagai orang baru yang masih harus banyak belajar dan menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan lingkungan kerja yang baru.
2. Sebagai karyawan, Anda harus mematuhi pedoman dan peraturan kerja perusahaan. Terkecuali jika ada kebijakan perusahaan yang menurut Anda tidak sesuai dengan keinginan, Anda bisa menanyakan kepada pihak perusahaan. Namun, jika memang sudah demikian adanya dan Anda merasa tidak nyaman, Anda bisa memikirkan dan mempertimbangkan kembali keberadaan Anda di perusahaan tersebut.
3. Hati-hatilah dalam berbicara. Pembicaraan dengan rekan kerja sebaiknya yang ada kaitannya dengan pekerjaan Anda. Hindari pembicaraan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan perusahaan jika memang itu tidak ada kaitannya dengan tugas Anda. Mungkin rekan kerja Anda akan mengajak untuk bergosip. Jika demikian, sebaiknya Anda cukup hanya mendengarkan saja, tidak usah menanggapi dan mengomentari. Hindari Anda untuk ikut bergosip.
4. Jadilah orang yang disukai dan menyenangkan bagi rekan kerja. Caranya, bantulah rekan kerja yang sedang mengalami kesibukan dengan iklhas. Jika Anda bisa melakukan hal tersebut, reputasi Anda akan meningkat dan Anda akan disukai rekan kerja.
5. Hindari terlalu akrab dengan rekan kerja yang kerap membuat masalah atau orang-orang yang tidak disukai oleh bos. Disadari atau tidak, Anda akan terbawa ke dalam persoalan dan akan mendapat perhatian dari pihak perusahaan.
6. Jujurlah dalam melaksanakan kerja dan dalam kesepakatan-kesepakatan yang dibuat baik dengan rekan kerja atau pihak-pihak lain. Pepatah mengatakan, "Sekali lancung, seumur hidup orang tidak percaya". Maka dari itu, sedari awal jujurlah.
7. Mengatasi masalah dengan cara arif dan bijaksana. Dalam dunia kerja, krisis atau masalah itu hal yang biasa terjadi. Masalah dengan rekan kerja atau dengan atasan, harus diatasi dengan tenang dan penuh rasa hormat. Ingat Anda bekerja di kantor atau perusahaan, bukan di pasar atau di tempat parkir.
Semoga bermanfaat.
Sumber : Republika.

Monday, September 25, 2006

Minggu Pertama di Kantor

Kebanyakan orang menganggap bahwa jika kita telah diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan, kita tidak memerlukan lagi strategi alias tinggal kerja saja. Tidak demikian adanya. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Bapak Anthoni Dio Marthin, seorang pakar SDM. Beliau mengungkapkan bahwa banyak eksekutif puncak mengatakan, apa yang dilakukan oleh karyawan baru pada minggu pertama sudah cukup menggambarkan apakah orang tersebut adalah orang yang tepat atau tidak. Artinya, sebagai karyawan baru perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi minggu pertama di kantor. Hal ini tentunya sangat diperlukan demi karir kita agar bisa berhasil sesuai dengan harapan. Strategi apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut adalah gambaran tentang apa saja yang perlu dilakukan di minggu pertama kerja.
1. Mengenal Rekan Kerja
Anda tidak mungkin kerja sendiri bukan? Nah untuk itulah ANda perlu mengenal rekan-rekan kerja. Biasanya pihak HRD atau personalia akan membawa Anda berkeliling untuk diperkenalkan ke seluruh karyawan. Dalam tahap ini, Anda harus tunjukkan sikap pribadi yang positif seperti ramah, terbuka, ceria dan optimis. Jangan lupa, hafalkan wajah rekan kerja Anda. Jangan sampai ANda salah memanggil nama orang.

2. Mengetahui Tugas Kerja Anda
Biasanya pihak personalia akan memberitahukan tugas kerja Anda. Namun, seandainya pihak personalia belum memberitahu Anda, tidak ada salahnya Anda berinisiatif menanyakan kepada pihak personalia. Jangan sampai terjadi, setelah proses pengenalan selesai, Anda terlihat bingung karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Di sini akan terlihat, apakah Anda tipe orang yang kreatif, penuh inisiatif cekatan atau tipe orang yang lamban dan hanya menunggu perintah.

3. Mengetahui Tugas Rekan Kerja
Kebanyakan karyawan baru, hanya berkonsentrasi pada pekerjaannya. Padahal, ada baiknya mengetahui apa pekerjaan rekan kerja terutama yang ada kaitannya dengan pekerjaan Anda. Dengan demikian, kita bisa mengetahui kepada siapa bisa meminta saran, bantuan atau pertimbangan pada saat dibutuhkan.

4. Mengenal Budaya Perusahaan
Anda perlu mengenal budaya perusahaan yang ada dilingkungan perusahaan tersebut untuk kemudian ikutilah. Mungkin Anda bisa mengatakan bahwa budaya tersebut tidak sesuai dengan pribadi Anda. Anda berkeinginan merubah budaya perusahaan tersebut. Namun demikian perlu Anda ingat, sebagai karyawan baru sebaiknya ikuti saja dulu. Jika ingin mengubahnya, ubahlah dengan perlahan-lahan tanpa orang mengetahuinya. Dan ini adalah masalah yang tidak mudah karena Anda harus mengubah kebiasaan banyak orang. Akan tetapi bukan hal yang mustahil, caranya, mulailah dari diri sendiri sebagaimana saran AA Gym.

5. Jadilah Pribadi yang Effektif
Ada resep cespleng dan berlaku universal di manapun Anda bekerja. Resep tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Bapak Mario Teguh, seorang konsultan bisnis terkemuka di Indonesia. Beliau mengatakan: Kepandaian untuk diterima, disukai dan dipercaya oleh orang lain adalah pemungkin bagi keberhasilan pribadi kita. Tanpanya, kita hanya akan menjadi orang yang hebat untuk diri sendiri, padahal tidak ada orang yang berhasil sendirian tanpa bantuan orang lain. Jadi, dimana pun Anda bekerja, langkah awal sebagai karyawan baru adalah berusahalah untuk bisa Diterima, Disukai dan Dipercaya. Semoga bermanfaat.
Dari berbagai sumber

Wednesday, September 13, 2006

Bekal Menghadapi Wawancara

Ketika panggilan untuk wawancara datang, maka rasa senang dan cemas akan datang bersamaan. Senang karena peluang untuk segera memperoleh pekerjaan mulai terbuka, cemas karena tidak tahu bagaimana saat menghadapi wawancara nanti. Sebenarnya Anda tidak perlu cemas, yang penting Anda harus mempersiapkan diri menghadapi wawancara nanti. Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain :
1. Mencari Informasi Seputar Perusahaan
Mencari tentang perusahaan di mana Anda melamar sangat penting artinya bagi Anda. Selain akan membantu ANda dalam menjawab pertanyaan pada saat wawancara, sekaligus untuk meyakinkan bahwa Anda tidak salah memilih perusahaan tersebut. Perihal perusahaan yang perlu Anda tahu adalah;
a. Seberapa besar perusahaan tersebut.
b. Berapa lama perusahaan berada di bisnis tersebut
c. Status perusahaan, publik atau swasta ?
d. Apakah perusahaan merupakan bisnis keluarga ?
e. Standar gaji karyawan di perusahaan tersebut

2. Persiapan Penampilan
Bicara masalah penampilan, kita bicara tentang kesan pertama. Kesan pertama sangat mempengaruhi keputusan prerekrut. Bahkan seorang pewawancara bisa membuat keputusan diterima atau tidaknya pelamar dalam lima menit pertama. Penampilan mencerminkan kepribadian. Penampilan juga terkait level pekerjaan. Semakin tinggi level pekerjaan, semakin kritis penampilan dievaluasi. Aspek utama dari penampilan adalah pakaian. Oleh karena itu, gunakan pakaian yang rapi, pilih warna yang elegan dan sesuaikan dengan posisi serta perusahaan yang Anda lamar. Termasuk dalam aspek penampilan adalah potongan rambut, pilih potongan rambut yang sesuai dengan kepribadian Anda.

3. Bahasa Tubuh
Ketika pertama kali bertemu perekrut, usahakan bahasa tubuh Anda memperlihatkan bahwa Anda antusias dan berenergi. Hal tersebut dapat dimulai dengan kontak mata dan jabatan tangan yang hangat, untuk hal ini Anda bisa melakukan latihan. Aspek bahasa tubuh lainnya yang perlu diperhatikan adalah sikap duduk dan ekspresi. Sikap duduk Anda sebaiknya menyesuaikan dengan sikap duduk pewawancara. Namun jika pewawancara merubah sikap duduknya menjadi agak santai, usahakan Anda tetap serius, jangan kelihatan Anda santai. Kemudian ekspresi. Tunjukan ekspresi positif ketika wawancara seperti gembira, percaya diri dan bersemangat. Sebaliknya hindari ekspresi negatif seperti kurang percaya diri, takut, cemas, sendu, dan sebagainya.

4. Menjawab Pertanyaan
Hal pertama yang harus dimiliki adalah bahwa posisi Anda dan perusahaan sama tinggi. Dengan demikian Anda akan memiliki percaya diri yang cukup sehingga akan memperlancar Anda dalam menjawab pertanyaan. Pilih kata-katanya, sampaikan secara sistematis dan mengalir. Sebagai bekal utama dalam menjawab pertanyaan, tentunya Anda harus banyak belajar cara dengan membaca hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi dan pekerjaan yang Anda lamar.

5. Negosiasi Gaji
Negosiasi gaji ini ada etikanya. Jangan pernah masuk ke perbincangan masalah gaji, jika pewawancara belum menanyakan. Apabila pewawancara sudah menanyakan, berhati-hatilah dalam menjawab. Jika Pewawancar menanyakan berapa gaji yang Anda inginkan ? Mungkin jawaban yang paling aman adalah sesuai dengan standar di perusahaan ini. Namun jika pewawancara menginginkan Anda menyebutkan nominalnya, maka sebutkanlah sesuai dengan yang Anda inginkan tentunya harus mengingat langkah 1 point e sebagaimana tersebut di atas.
Semoga bermanfaat.
Dari berbagai sumber

Wassalam,
Badiyo

Tuesday, September 05, 2006

Sebagai lanjutan tulisan terdahulu di mana telah dibahas contoh surat lamaran dan juga tips mengirimkan surat lamaran, maka kali ini saya tuliskan contoh daftar riwayat hidup. Seperti halnya dengan surat lamaran, daftar riwayat hidup ini juga tidak ada yang baku, sehingga Anda bisa membuat daftar riwayat hidup sesuai dengan kebutuhan, yang penting berpatokan pada daftar riwayat hidup yang standar atau umum sering digunakan oleh para pelamar. Berikut contoh daftar riwayat hidup :


DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Foto diri




DATA PRIBADI
Nama : Elsa Rosidah
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 1 Juni 1982
Alamat : Jl. Sengon III No. 100 Depok
Status : Belum menikah
Telp/HP : 775xxxx/0817xxxxxxxx
Email : lsa@yahoo.com

PENDIDIKAN FORMAL
1999 - 2003 : Universitas Nusantara, Fakultas Sastra India, dengan IP 3,00
1996 - 1999 : Sekolah Menengah Umum Bimantara Depok
1993 - 1996 : Sekolah Menengah Pertama tujuh-tujuh Depok
1987 - 1993 : Sekolah Dasar Negeri Teratai 12, Depok

PENDIDIKAN NON FORMAL
2003 : Seminar Business Market Expose 2000 diselenggarakan oleh Universitas Nusantara
2002 : Kursus Komputer Microsoft Windows, di Tunas Nusa
2001 : Kursus Bahasa Inggris, "General english" pada LIA Ciputat
dst.

PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH
1. Juara I Kompetisi Matematika Tingkat Kecamatan
2. Juara II Kompetisi Bahasa Inggris
3. Juara Mengarang Tingkat SMU
4. dst.

PENGALAMAN KERJA
1. Staf Marketing di Duta Business, Jakarta
2. Editor Majalah "Langlang Buana"
3. Mengajar Privat
4. dst

Depok, September 2006


Elsa Rosidah