Sunday, December 13, 2009

Kegagalan Timnas U-23, PR Bagi PSSI


Target masuk final yang dicanangkan PSSI terhadap Timnas U-23 di ajang SEA Games XXV Laos tidak tercapai. Tak satu kemenangan pun bisa diraih Toni Sucipto dan kawan-kawan. Indonesia Muda yang dilatih Alberto Bica dari Uruguay, hanya mampu meraih satu poin dari hasil seri melawan Singapura. Setelah itu, Garuda Muda babak belur dihajar Laos 0-2 dan ditekuk Myanmar 1-3.

Bukan medali atau prestasi membanggakan yang dibawa pulang Garuda Muda, tetapi malu yang harus ditanggung. Betapa tidak, semua orang tahu siapa Laos dan bagaimana jejak langkahnya di kancah persepak bolaan Asia Tenggara. Kalau di buat level, Laos berada di level kedua sejajar dengan Kamboja, Brunei Darussalam, Philipina, dan Timor Leste. Sementara Indonesia berada di level pertama sejajar dengan Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia.

Demikian juga dengan Myanmar. Meski negara yang dulu bernama Birma itu menunjukkan peningkatan, namun seharusnya Indonesia mampu mengatasinya. Namun nyatanya, Indonesia dipermak 1-3 oleh negeri seribu Pagoda itu.

Jadi, kalau Indonesia kalah melawan Thailand, Vietnam, atau Singapura, rasanya tidak terlalu aneh dan mengherankan. Meski kecewa dan prihatin, orang masih bisa memaklumi. Namun jika Indonesia kalah dari negera level kedua seperti Laos, bukan hanya kecewa, tapi heran, malu dan tanda tanya besar, mengapa?

Mengapa bisa kalah dari Laos dan Myanmar? Mengapa Indonesia gagal walau untuk sekadar mencapai semi final? Bukan hanya gagal lolos ke semi final, tapi bahkan Indonesia menjadi juru kunci grup B di bawah Laos, Singapura dan Myanmar. Harap diingat bahwa juru kunci biasanya menjadi langganan negara-negara selevel Laos, Kamboja, Brunei Darussalam, Philipina atau Timor Leste.

Itulah pertanyaan besar yang menggelayut di masyarakat sepak bola di tanah air. Pertanyaan itu menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI. PSSI harus segera mungkin untuk mengerjakan PR tersebut. Kalau tidak, jangan heran jika dua tiga tahun ke depan, Myanmar dan Laos akan menyalip Indonesia. Harus diingat bahwa Timnas U-23 yang berlaga di SEA Games Laos adalah calon Timnas Senior Indonesia dua tiga tahun mendatang. Apakah kita mau dipermalukan lagi?

Bravo Sepak Bola Indonesia!

2 comments:

Hartati Nurwijaya said...

Sejak dulu PSSI mundur dihantui oleh korupsi dan pengelolaan pemain yang kurang motivasinya dan kesejahteraannya.

Badiyo said...

Betul mba Tati. Salah satu sebab kemunduran sepak bola nasional adalah soal manajemen. Manajemen yang dilakukan PSSI masih amburadul