Thursday, April 08, 2010

Mimpi Tukang Ketik Surat

“Kemampuan menulis surat mengantarkan para penulis pada status sosial dan jabatan yang tinggi”. (Republika, 15 Januari 2010)

Sepuluh tahun lebih berkecimpung di dunia ketik-mengetik surat, membuat saya tak asing lagi dengan dunia yang satu ini. Ya, dunia ketata-usahaan. Saya memang telah sepuluh tahun lebih bekerja sebagai pegawai tata usaha dari satu sekolah ke sekolah yang lain. Kerjaannya ya membaca kemudian mengetik surat, begitu setiap hari.

Lama-lama, berbagai konsep surat nempel di kepala. Jadi kalau Bos minta dibuatkan surat, tinggal tuangkan saja konsep yang telah nempel itu. Sampai suatu saat tersembul pikiran, ”Kalau begitu saya sebenarnya bisa jadi pengarang ya?”.

Mulai saat itu, saya bermimpi jadi seorang pengarang atau penulis. Nggak salah tuh? Saya rasa tidak. Setiap orang boleh bermimpi. Selagi mimpi itu masih gratis dan halal, mari kita bermimpi Bermimpilah apa yang kita inginkan! Tentu jangan sekadar mimpi, tetapi segera bertindak untuk mendaratkan mimpi itu ke dunia nyata.

Setelah bermimpi menjadi penulis saya berusaha untuk mempelajari dunia tulis-menulis. Berbagai artikel dan buku tentang kepenulisan saya baca. Saya juga browsing internet untuk mencari referensi tentang menulis. Saya bergabung dengan berbagai milis kepenulisan yang ada.

Selain belajar secara otodidak, saya juga mengikuti kursus atau pelatihan menulis secara online di Sekolah-Menulis Online. Selama belajar, saya langsung mempraktikkannya dengan menulis. Belum begitu lancar memang. Tulisan-tulisan ringan dan hanya dua tiga paragraf. Tulisan saya kirim ke media online seperti PenulisLepas dan KabarIndonesia.

Tidak seberapa dan belum membanggakan. Tetapi saya cukup puas. Saya yakin suatu saat akan mampu menghasilkan karya yang bisa dipublikasikan, Insya Allah. Hal yang terpenting adalah terus belajar dan menulis. Satu lagi kunci untuk sukses yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh d’Masiv, ”Jangan menyerah dan tak kenal putus asa”.

Salam Menulis!

No comments: