Wednesday, October 12, 2011

Menulis Status di Facebook

Ketika awal-awal saya mengenal internet di tahun 2006 lalu, yang pertama dibuka saat berinternet adalah email. Namun sekarang email bergeser ke urutan kedua setelah facabook. Entah kenapa saya jadi ikut-ikutan seperti kebanyakan anak-anak muda, main facebook. Saya juga tidak tahu, apakah saya adalah korban dari mewabahnya facebook atau sebaliknya, saya memanfaatkan jejaring sosial itu untuk mengikuti perkembangan jaman.

Saya hanya tahu apa yang saya rasakan, asyik dan nyaman ber-facebook. Menulis status, membaca status dan komentar teman-teman. Terhibur, bertambah informasi, wawasan dan pengetahuan. Pasalnya, beragamnya status yang ditulis oleh teman-teman. Ada yang berisi tentang say hello, canda gurau sesama teman, ada yang berisi informasi sesuatu hal atau di suatu tempat atau kota. Tidak sedikit status yang berisi pengetahuan-pengetahuan yang tak pelak akan menambah wawasan yang membacanya. Dan beragam tulisan status yang lain tentunya.

Lantas bagaimana sebaiknya menulis status yang baik dan menarik? Mungkin berpulang kepada diri masing-masing. Kalau saya pribadi biasanya mengisi status sesuai dengan yang ada di hati dan kepala. Kalau yang ada di kepala adalah jadwal pertandingan sepak bola, ya saya tulis itu. Kalau di hati sedang ada rasa senang dan syukur karena mendapat anugerah sesuatu, ya itu yang ditulis. Tapi kalau di hati dan kepala sedang ruwet dan semrawut, saya tahan dan berhati-hati untuk tidak menuliskannya di status. Takut tidak sedap dan nyaman dibaca oleh teman-teman.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca catatan Pak Ersis Warmansyah Abbas, dosen Unlam Banjarmasin dan kandidat doktor UPI Bandung berkaitan menulis status. Beliau memperhatikan beberapa teman fb-nya yang mengisi status dengan sedang berada di anu, mau ke anu dan sebagainya. Sementara yang lain mengisinya dengan kata-kata bijak atau pendapat para filsuf. Menurut beliau, kalau terus-terusan begitu jamaah facebookiyah, istilah beilau pakai, tak akan mengalami kemajuan (dalam hal menulis). Tersebab yang ditulis pikiran orang lain bukan pikiran sendiri.

Tergugah dan terlecut hati membacanya. Terlebih mengingat niatan awal saya ber-fb, selain silaturrahmi juga untuk memfasihkan menulis. Segera saya merapikan tempat duduk dan meluruskan pikiran, jadilah tulisan in dan beberapa yang lain. Tentu sebagai ajang proses pembelajaran (menulis). Terima kasih Pak Ersis telah menginspirasi dan mengingatkan saya.

Satu lagi pengalaman dan pelajaran menarik tentang menulis status facebook dari Mas Prie GS, Pemimpin Redaksi abloid Keluarga Cempaka Minggu Ini, Semarang. Beberapa waktu yang lalu, Pria berkumis yang juga adalah seorang public speaker, motivator, wartawan dan kartunis itu menerbitkan buku yang berisi kumpulan statusnya di facebook. Luar biasa.

Tidak ada aturan dan batasan bagi kita dalam menulis status di facebook. Yang penting tulisan mengandung hal positif. Tidak menghina dan menyinggung orang lain atau pihak tertentu, tidak bersifat provokatif, tidak mengandung unsur SARA, tidak melanggar etika, norma dan hukum yang ada. Itu tidak masalah dan boleh-boleh saja.

Namun agar lebih bermanfaat dalam ber-facebook ria, tidak ada salahnya jika kita belajar dari Pak Ersis dan Mas Prie GS dalam menulis status di facebook.

No comments: