Saturday, December 08, 2012

Pecinta Bola, Betapa Dimanja

Di musim kompetisi 2012/2013 liga-liga Eropa, para pecinta sepak bola Indonesia begitu dimanja. Beberapa stasiun televisi swasta berlomba-lomba memikat pemirsa dengan tayangan yang memang banyak penggemarnya ini. RCTI dan SCTV dengan Liga Champion, UEFAdan Friendly Macth, Global TV dan MNCTV dengan Liga Inggris, Trans7 dengan Liga Spanyol, Indosiar dengan Liga Jerman, TVRI dengan Liga Italia, B Chanel dengan Liga Prancis, TVOne dan ANTV dengan Pra Piala Dunia.

Tak dapat dipungkiri, olah raga sepak bola memang menjadi tontonan yang paling popular di planet bumi ini. Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penggemar sepak bola yang sangat besar. Jika dilihat dari kacamata marketing, hal itu adalah sebuah potensi pasar yang sangat menjanjikan. Maka sangat beralasan jika para pengelola stasiun televisi swasta berlomba-lomba merebut “kue” pasar yang menggiurkan itu.

RCTI boleh punya sinetron sebagai tayangan unggulan, SCTV punya InBox sebagai acara primadona, TVOne punya Indonesia Lawyer Club, Metrotv punya Kick Andy, Trans 7 punya OVJ, Trans TV juga punya Tahan Tawa atau Indonesia Mencari Bakat. Namun, betapa pun menariknya acara-acara itu, penontonnya hanya orang-orang tertentu saja yang memang menyukainya. Tayangan sepak bola tentu lain cerita. Sebuah acara yang memiliki penggemar dalam jumlah besar dan bersifat universal, itulah sepak bola.

Wednesday, December 05, 2012

Dua Hari Tanpa Koran

Bagi saya, membaca koran adalah bagian dari rutinitas harian. Sebelum memulai kerja,  saat istirahat atau seusai jam kerja, saya sempatkan membaca koran. Walau terkadang yang saya baca hanya judul-judul beritanya saja mengingat keterbatasan waktu. Belum lagi koran yang saya baca adalah inventaris kantor, sehingga harus rela dan sabar bergantian.

Dua hari ini, Rabu dan Kamis, 5 dan 6 Desember 2012 saya tak menemukan koran itu di kantor. Saya cari hingga sore selepas jam kerja, tak juga saya temukan batang hidungnya. Hari ini, Kamis, 6 Desember 2012 saya mencari di perpustakaan sekolah, saya temukan koran Republika hari kemarin. Karena belum baca, saya ambil dan saya taruh di meja kerja saya. Selepas solat Dhuha, koran itu lenyap tak tahu rimbanya. Hadeuh, dua hari ini koran (Republika) kok mudah sekali lenyap yah?

Sebagai orang yang tak bisa melewati hari tanpa koran, saya terus penasaran. Tapi saya segera ambil solusi. Saya telepon Pak Saryadi, tukang loper koran langganan kantor. "Assalamu'alaikum Pak Saryadi. Saya Badiyo dari Al Syukro. Mulai besok saya mau langganan koran Seputar Indonesia (Sindo) Pak!",


Sunday, August 05, 2012

Masa Depan Masih Suci

Beeing yourself is not easy. Untuk menjadi diri sendiri itu tidak mudah. Bangun pagi harus membersihkan diri.  Bertemu orang dan harus berkata baik, meski pada kenyataannya kita tidak dihargai. Tapi untuk menjadi diri sendiri, kita tetap wajib berbuat dan berkata baik. Apa pun yang kita dapatkan dan alami.

Karena itu, jadilah teman bagi diri sendiri. Jangan lagi menyiksa diri sendiri karena berbagai kekurangan atau kesalahan di masa lalu. Maafkan kesalahan diri sendiri di masa lalu. Masa lalu harus tetap dihormati karena masa lalu adalah pengalaman yang diberikan Tuhan kepada kita. Tidak ada kualitas yang bisa dilepaskan dari kualitas di masa lalu. Dan harus diingat pula bahwa rencana Tuhan untuk kita itu akan selalu berakhir baik.

Jadi, kita wajib mengasihi diri sendiri. Ingat menghasihi, bukan mengkasihani diri sendiri. Besarkanlah hati. Keangunan adalah perilaku orang besar. Lihatlah diri sendiri dengan hormat.

Kebanyakan dari kita adalah mengaku orang beriman tetapi tidak bertindak dengan iman. Seharusnya orang beriman itu berani menghadapi masalah, bukan menghindarinya. Karena Tuhan telah berjanji bahwa setiap masalah itu tidak lebih besar dari kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah itu.

Jadi, orang beriman itu seharusnya pemberani. Berani menghadapi masalah karena sudah tahu bahwa kemampuan yang dimilikinya lebih besar dari pada masalah yang ada. Tak heran jika realitas yang ada bahwa orang-orang yang berani banyak yang berhasil.

Jika kita mengaku beriman, maka seharusnya kita berani. 

(Ringkasan acara Mario Teguh Golden Ways, di Metrotv, Minggu, 29 Juli 2012)

Tuesday, July 31, 2012

Ketika Saya tak Bisa Tidur

Jam sepuluh lewat sepuluh malam. Belum ada tanda-tanda ingin tidur. Bahkan nampaknya sebaliknya, malam mini saya akan sulit tidur. Berbagai persoalan menggelayut di atas jidat. Stress berat. Di bawa tiduran gelisah, coba membaca apalagi, nggak yeng. Nonton siaran langsung olimpiade pun gak ada minat. Padahal sebenarnya saya paling suka siaran langsung pertandingan olah raga. Apalagi Simon Santoso sedang main melawan pemain Austria. Tapi tidak juga hati ini tertarik. Pertanda ada masalah yang melanda diri ini. Rasanya ada batu kerikil yang nyangkut di hati ini.

Selain itu, hari ini badan juga sebenarnya kurang dari siang tadi. Perut terasa kembung di hari ke sebelas puasa.  Bagian kecil dari ujian di bulan penuh ampunan. Agar tidak keterusan, saya minta dikerik sama istri. Setelah itu saya minum obat anti masuk angin. Mencoba untuk tidur namun tumben mata ini terasa menantang. Padahal biasanya jam Sembilan saja mata sudah kriyep-kriyep. Apa boleh buat, tantangan saya ladeni. Sebagai lelaki pantang untuk menyerah begitu saja.

Thursday, July 26, 2012

Membaca Al Qur'an

Suatu kali saya bersama tiga orang teman ngobrol santai. Dua orang telah mendapat panggilan Allah untuk berumroh ke tanah suci. Satu orang mendapat jatah dari kantor lamanya, tempat dulu dia bekerja. Sedang yang satu orang lagi diberangkatkan oleh seorang pengusaha yang rutin menjadi donator panti tempat dia mengabdi. Sementara dua lainnya belum berkesempatan ke tanah suci, termasuk saya.

Siapa pun sebagai orang muslim tentu ingin berangkat ke tanah suci, baik umroh atau pun haji. Namun tidak sedikit orang-orang kecil seperti saya merasa berkecil hati untuk bisa ke tanah suci. Gaji pas-pasan untuk hidup sebulan, dari mana bisa menabung untuk berangkat haji?

Wednesday, July 25, 2012

Kiat Menulis dari Asma Nadia

Beberapa kiat menulis yang disampaikan oleh mbak Asma Nadia dalam acara Republika Ramadhan Fair (RRF) 2012 (Republika, 26 Juli 2012).
  • Musuh terbesar yang sering menghambat kita menulis adalah kurang kuatnya motivasi. Untuk memulai belajar menulis, maka harus diawali dengan motivasi. Penulis novel Islami itu memberikan kuncinya, yaitu buatlah tulisan yang membuat kita bahagia.
  • Kebiasaan menulis dalam suasana hati bagus dan inspirasi datang. Hal itu terjadi karena kita tidak memiliki alas an yang kuat mengapa kita harus menulis. Menulis itu membuat kita seakan abadi. Tulislah hal sederhana yang mampu membangkitkan semangat.
  • Konsistensi dan semangat dalam menulis novel pun harus berawal dari keputusan yang kuat sebelum mulai menulis. Jangan membuat novel atau tulisan yang membuat kita menyesal.
  • Saat menulis, seringkali menghadapi jalan buntu. Asma Nadia memberikan tipsnya, mulailah sandarkan diri pada Allah SWT. Percaya bahwa setelah kesulitan, pastilah Allah sertakan kemudahan sesudahnya.
Itulah beberapa point dari artikel berjudul, "Menulis Itu Membahagiakan," yang saya baca di koran Republika, Kamis, 26 Juli 2012.  Menurut saya kiat-kiat itu cukup penting bagi penulis atau calon penulis. Semoga bermanfaat.

Monday, July 23, 2012

Menulis Menebar Kebaikan

Selasa, 24 Juli 2012, adalah hari keempat kita melaksanakan ibadah puasa dan hari pertama masuk kerja di bulan Ramadhan. Enaknya sebagai karyawan sebuah sekolah swasta, setiap awal Ramadhan ada hari libur  dua hari. 

Tidak terasa, bulan Juli sudah berjalan 24 hari. Blog ini masih masih belum ter-update di bulan ini. Ada perasaan berhutang jika belum meng-update blog. Pasalnya, di awal tahun ini, saya telah berikrar akan senantiasa menga-update blog minimal tiga-empat tulisan setiap bulan. Syukur-syukur bisa lebih. Jadi, ada rasa keharusan untuk memposting tulisan di blog ini.

Di akhir bulan Juli ini yang bertepatan dengan awal puasa, adalah waktu yang baik untuk menulis. Banyak tercetus inspirasi menulis, terutama hal-hal terkait hal spiritual. Mungkin tentang hakekat makna dan manfaat puasa, tentang sholat tarawih yang senantiasa berjubel di awal Ramadhan, atau tentang ibadah-ibadah lain yang biasa dan sering dilakukan di bulan Puasa.

Pendek kata, Ramadhan memang bulan berkah. Selain sebagai waktu untuk berbuat berbagai kebaikan, saat yang tepat juga untuk menulis. Jika yang kita tulis adalah kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain, maka itu bagian dari perbuatan yang baik. Mari menulis untuk menebar kebaikan. 

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...