Monday, May 07, 2018

Pesan dari Bogor untuk Dunia


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia atau High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyat Islam (HLC-WMS)  diadakan di Bogor, 1 – 3 Mei 2018. KTT tersebut dihadiri oleh para ulama dunia termasuk Imam Besar Al Azhar Kairo Mesir, Ahmad Muhammad ath-Thoyyib. Turut hadir juga Imam dan Khatib Masjidil Haram, Syaikh Shaleh Abdullah Humaid.

Presiden RI Joko Widodo membuka KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia Istana di Bogor, Selasa 1 Mei 2018.  Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup KTT tersebut di Isana Wakil Presiden Jakarta, Kamis,  3 Mei 2018.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama Dunia atau High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyat Islam (HLC-WMS), yang berlangsung selama tiga hari menghasilkan pesan Bogor atau Bogor Message. 


Thursday, April 26, 2018

Jadwal Pertandingan Anniversary Cup 2018


Indonesia akan memulai laga melawan Bahrain pada Anniversary Cup 2018, Jum’at (27/4/2018) malam di Stadion Pakansari Cibinong Bogor. Anniversary Cup 2018 digelar PSSI dalam rangka memperingati dan memeriahkan hari lahir  PSSI 19 April 1930.

Tiga negara yang diundang sebagai peserta adalah Korea Utara, Bahrain dan Malaysia. Namun Malaysia mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Uzbekistan. Dengan demikian turnamen ini akan diikuti empat negara, Korea Utara, Bahrain, Uzbekistan dan tuan rumah Indonesia. 

Turnamen akan digelar dari tanggal 27 April hingga 3 Mei 2018 di stadion Pakansari Cibinong Bogor. Selain untuk memperingati hari lahir PSSI, turnamen ini juga dijadikan sebagai test event mandiri bagi Timnas U-23 Indonesia menjelang Asian Games 2018.


Tuesday, April 24, 2018

Jokowi Lewat Kampung Saya



Wirasaba adalah sebuah desa kecamatan Bukateja kabupaten Purbalingga propinsi Jawa Tengah. Letaknya di bagian selatan wilayah kabupaten Purbalingga. Sebelah tenggara dari arah kota Purbalingga dan persis di sebelah barat desa Kembangan, kampung kelahiran saya.

Makanya saya ikut senang saat ada berita bahwa rencana pengembangan Pangkalan TNI AU Wirasaba menjadi sebuah bandara komersial. Meski rencana pembangunan Bandara Wirasaba sudah lama yakni sejak 2006, namun berita itu menghangat kembali di awal tahun 2016 lalu. Tepatnya saat Menteri Perhubungan saat itu, Iganatius Jonan menyetujui rencana pembangunan  bandara tersebut. Beritanya ada di sini https://bit.ly/2HULdCl

Berita terkait berikutnya adalah https://bit.ly/2HJNKSd

Wednesday, March 21, 2018

Jakarta - Malang Bagian 3: Sholat Jum'at di Lawang



Sekitar jam tujuh pagi, Bus Shelota Wisata dari Semansa Tour & Travel yang membawa rombongan Siswa/siswi dan Guru SMP Islam Al Syukro Universal meninggalkan Rumah Makan Kurnia Jawa Timur Tuban. Keceriaan terpancar dari seluruh anggota rombongan. Maklum lah baru saja makan soto, walaupun enggak tahu itu soto Lamongan apa soto Tuban, hahaha.

Oh iya, kecuali Pak Elan yang kondisinya memang masih sakit. Saat itu, kita semua berharap dan berdoa, semoga Pak Elan segera sembuh dan sehat kembali. Dengan begitu Pak Elan akan bisa menikmati perjalanan wisata ini.

”Kita akan segera melanjutkan perjalanan menuju Malang. Perjalanan masih cukup jauh,” kata Kak Dita memberi informasi.


Sunday, March 18, 2018

Jakarta - Malang Bagian 2: Melewati Alas Roban di Malam Hari



Udara malam sudah mulai terasa dingin saat Bus Shelota Wisata meninggalkan rumah makan Pringjajar Pemalang. Bus yang membawa rombongan Pelepasan Kelas IX SMP Islam Al Syukro Universal melaju ke  arah timur, menyusuri pantai utara Jawa Tengah.  

Saya coba cerita sedikit tentang jalan di pesisir pantai utara Jawa lebih dikenal dengan sebutan Pantura.  Adalah jalan yang membentang sepanjang 1.316 km dan melewati 5 propinsi mulai dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 1000 km jalan ini dibangun pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendeles pada tahun 1808.

Jalan yang membentang dari Anyer sampai Panarukan ini dulu dikenal sebagai De Grote Posweg atau Jalan Raya Pos. Disebut demikian karena setiap 4,5 km dibangun pos sebagai tempat perhentian dan penghubung pengiriman surat.    

Pemalang adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang berada di jalur Pantura. Rute menuju ke Malang, akan melewati Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan seterusnya. Sayang bus melewati jalur ini di waktu malam hari. Apa boleh buat, saya sama sekali tidak tahu saat bus melewati kota Pekalongan dan Batang. Padahal ini adalah kali pertama saya melewati kota itu.


Friday, March 16, 2018

Jakarta - Malang Bagian 1: Jaran Goyang



Alhamdulillah, panitia Pelepasan Siswa-siswi Kelas IX SMP Islam Al Syukro Ciputat – Tangerang Selatan tahun 2018 memberi kesempatan saya untuk ikut tour Malang dan Jogjakarta. Kegiatan Pelepasan Siswa-siswi Kelas IX SMP Islam Al Syukro Tahun 2018 diikuti oleh sswa-siswi kelas IX, para guru dan juga tata usaha.

Saya sebagai tim dokumentasi dan publikasi Perguruan Islam Al Syukro Universal diberi kesempatan oleh Panitia untuk ikut meliput kegiatan tersebut. Saya juga berangkat bersama istri,  karena kebetulan dia  Tata Usaha SMP Islam Al Syukro. Ini adalah kali kedua saya mengikuti kegiatan pelepasan. Sebelumnya saya pernah mengikuti kegiatan yang sama pada tahun 2015.  

Hari Kamis, 1 Maret 2018, sekitar jam 11.00 WIB,  rombongan Pelepasan Siswa-siswi Kelas  IX SMP Islam Al Syukro Universal berangkat dari Taman Kuliner Ciputat – Tangsel. Karena waktu keberangkatan yang tanggung, Panitia telah menyiapkan nasi box untuk makan siang di bus dalam perjalanan.

Wednesday, January 10, 2018

Tak Ada Alasan Lagi Memelihara Politik Kebencian


Hari ini, Rabu (10/1/2018) adalah hari terakhir pendaftaran pasangan calon kepala daerah, baik gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil atau wali kota-wakil wali kota. Pendaftaran dilakukan di KPUD Propinsi atau KPUD Kabupaten/Kota masing-masing.

Salah satu syarat pencalonan adalah pasangan calon diusung oleh sebuah atau koalisi beberapa partai politik yang memiliki 20% jumlah kursi DPRD di daerah masing-masing. Karena tidak semua partai politik memiliki 20% jumlah kursi, maka mereka harus berkoalisi dengan partai politik lain.
Memang ada beberapa partai politik di beberapa daerah yang memiliki kursi cukup untuk mendaftarkan calonnya. Misalnya PKB di Jawa Timur, PDIP di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selebihnya partai politik harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon.

Menariknya, dalam berkoalisi partai politik di berbagai daerah itu tidak linier dengan koalisi yang ada di tingkat nasional. Jika mengacu pada koalisi partai politik di tingkat nasional, maka ada dua koalisi.
Pertama parta politik yang mendukung atau berada dipemerintahan Jokowi-JK. Mereka adalah PDIP, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, PKPI, Golkar dan PAN. 

Kedua adalah partai politik yang berada di luar pemerintahan yang bisa dikatakan sebagai oposisi. Mereka adalah Partai Gerindra, dan PKS. 

Ada satu partai politik lagi yang  tidak masuk ke dalam dua koalisi tersebut yaitu Partai Demokrat. Partai Biru berlambang Mercy itu mengaku sebagai partai penyeimbang.

Peta koalisi di berbagai daerah menghadapi Pilkada 2018 sangat variatif tergantung kepentingan masing-masing partai politik di berbagai daerah tersebut. Koalisi partai politik di tingkat nasional tidak lagi menjadi pedoman yang baku.

Beberapa contoh misalnya di Jawa Tengah, PKB berkoalisi dengan Gerindra dan PKS. Mereka mengusung pasangan calon Sudirman Said - Ida Fauziah. Padahal di tingkat nasional, PKB adalah partai pendukung pemerintah sementara Gerindra dan PKS berada di luar pemerintah. Sementara Partai Demokrat yang mengaku sebagai partai penyeimbang, di Jawa Tengah mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP.

Begitu juga di Jawa Timur. Partai Gerindra dan PKS berkoalisi dengan PKB dan PDIP mengusung Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri. Tentu masih banyak contoh-contoh di daerah lain.
Maka sangat benar jika orang mengatakan bahwa Politik adalah Politik. Politik adalah kepentingan. Jika memahami realitas ini, maka seharusnya tidak ada lagi masyarakat yang memiliki fanatisme yang berlebihan.    

Pendukung partai politik A di suatu daerah misalnya tidak boleh membenci atau menyerang partai B. Begitu juga pendukung partai politik C tidak perlu menebar kebencian kepada pendukung partai D. 
Mungkin saja partai A di sebuah daerah berseberangan dengan partai B, namun di daerah lain ternyeta mereka berkoalisi. Begitu juga dengan partai C, partai D, Partai E dan seterusnya. Memang seharusnya begitu.

Semoga masyarakat kita semakin memahami dan semakin mengerti politik itu. Politik itu kepentingan. Jangan saling bermusuhan hanya karena kita beda partai politik dan beda pilihan. Tidak ada alasan lagi memelihara dan menebar politik kebencian. Selamat Menikmati Pesta Demokrasi.

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...