Monday, December 12, 2011

Gerhana Bulan Numpang Lewat

Tiga hari yang lalu, tepatnya Sabtu (10/12-2011) terjadi gerhana bulan total. Sebuah kejadian yang jarang terjadi dan patut disaksikan. Dari pagi, bahkan dari Jum’at, saya sudah mengingat-ingat akan menyaksikan fenomena alam itu.

Sayangnya ketika saat yang dinanti akan tiba, cuaca di Ciputat, tempat saya tinggal tampaknya kurang bersahabat. Baru pukul setengah empat sore petir bersahut-sahutan. Tak lama kemudian, hujan pun turun.

Tersebab itu pula, saya tak sempat nonton siaran langsung ISL di ANTV. Sebenarnya tayangan tersebut adalah wajib hukumnya bagi saya. Namun apa boleh buat.

Waktu terus beranjak sore ketika gerimis masih juga turun. Saya masih berharap, semoga saat gerhana bulan terjadi nanti, langit sudah bersih dari hujan dan awan. Dengan begitu, saya bisa menyaksikan fenomena alam yang konon baru akan terjadi lagi pada tahun 2015.

Pukul tujuh, saya keluar rumah dan menengadah. Di sana, langit masih diselimuti awan kelabu. Setengah jam berikutnya, saya kembali memandang langit. Ternyata masih juga tertutup awan. Hingga terakhir saya menengok langit pukul Sembilan malam, awan kelabu masih juga enggan beranjak. Itu artinya, gerhana bulan tak bisa disaksikan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Gerhana bulan hanya numpang lewat, tanpa bisa disaksikan dan diamati.

Saturday, December 10, 2011

Jangan Lupa, Apdetlah Blogmu

Saya mulai aktif nge-Blog kurang lebih tahun 2007, setahun setelah berkenalan dengan internet. Waktu itu semangat nge-Blog begitu menggebu. Keinginan untuk belajar menulis dan semakin akrabnya dengan Internet, membuat semangat saya nyaris tak terbendung. Berbagai layanan blog gratis saya coba. Mulai dari blog indosiar, multiply, livejournal, blogspot, blogdrive, blogsome, my opera, dan satu lagi saya lupa namanya.
 
Awalnya saya rajin mengapdet dengan tulisan dua tiga paragraf. Namun lama-kelamaan, tidak satu alinea pun dituliskan. Keinginan memiliki dan memelihara blog tetaplah tinggi. Namun semakin hari tak kuasa memelihara blog-blog itu. Ibarat pepatah, nafsu besar tenaga kurang, begitulah kiranya. Blog-blog itu akhirnya terbengkalai.
 
Kondisi tersebut semakin diperparah seiring kehadiran facabook. Kepraktisan dan konektivitas yang tinggi membuat saya berpaling ke facebook. Mengurus facebook lebih mudah dari pada mengurus blog. Apdet status facebook di wall atau dinding cukup dengan satu atau dua kata. Misalnya, macet, ngantuk berat, males banget, dan sebagainya. Komentar pun langsung bermunculan.
 
Bandingkan dengan blog. Pengalaman saya, menulis blog tiga empat alinea bahkan lebih, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, komentar  cuma satu dua. Bahkan sering tulisan di blog tak ada satupun komentar. Menyedihkan.
 
Di fabook, dengan menulis satu dua kalimat bahkan hanya beberapa kata pun, komentar bermunculan hanya beberapa detik usai kita menuliskannya. Sangat berlasan jika akhirnya orang lebih tertarik facebook dari pada blog.
 
Tapi bagi seorang penulis atau orang yang sedang belajar menulis dan ingin menjadi penulis beneran, blog tetap harus menjadi pilihan utama. Meski di notes atau catatan di facebook kita juga bisa menulis seperti halnya di blog seperti di notes atau catatan.
 
Namun jarang facebooker yang memanfaatkan hal itu. Kepraktisan dan kemudahan mengapdet dengan menulis satu dua patah kata di wall atau dinding, membuat orang malas menulis yang lebih panjang.
 
Dengan memiliki blog, ada keterpaksaan, ada keterdesakan untuk membuat tulisan. Mau tidak mau kita harus menulis. Kalau tidak, maka harus siap kalau blog kita dianggap sebagai kuburan alias tidak pernah diapdet. Kalau sudah begitu, jangankan komentar, berkunjung pun orang tak akan mau.
 
Jadi, facebook dan blog sama penting bagi penulis. Facebook sebagai sarana networking. Di Face book, kita bisa menjalin, menambah dan memperluas pertemanan. Facebook sebagai sarana dan ajang silarurrahmi di abad informasi.
 
Sedangkan Blog sebagai sarana untuk menuangkan ide dan gagasan. Bagi penulis atau orang yang ingin menjadi penulis hal itu sudah jelas. Jadi, silakan apdet status facebook mu tapi jangan lupa apdet pula blog mu.

Salam Menulis,

Sunday, October 23, 2011

Belajar Dewasa dari Istri

“Loh itu orang kenapa? Dari tadi cemberut aja, mukanya asem. Ditanya bener-bener kok malah sewot. Memang salah apa saya sama dia?”

Tak jarang kita mengalami hal seperti  itu, baik di lingkungan tempat tinggal atau pun di kantor. Orang lagi kesal sama siapa, marahnya sapa siapa. Orang yang nggak ada hubungannya, orang yang nggak tahu apa-apa, eh malah kena sasaran. Ketika ada masalah di rumah,  muka asem dibawa sampai kantor. Habis berantem dengan suami atau istri, jalan ketemu tetangga cemberut saja. Begitu juga ketika ada masalah di kantor, kesal dan marah terbawa sampai rumah.

Saat-saat tanggal muda di mana baru saja gajian, suasana sumringah ada di mana-mana. Di kantor, orang pada ketawa-ketiwi, bercanda, bersenda gurau. Di rumah pun demikian. Orang nonton lawak di televise, ketawanya terdengar sampai se - RT. Sebaliknya, di saat tanggal tua, suasana muram terjadi baik di kantor maupun di lingkungan rumah.

Pertanyaannya, bisakah kita bersikap wajar, dewasa dalam menghadapi berbagai macam kondisi? Tentu bisa. Hanya saja memang tidak mudah dan tidak semua orang mau belajar. Dewasa tidak identik dengan usia. Ada orang yang sudah berusia di atas tiga puluh empat puluhan, sikapnya masih kekanak-kanakan. Begitu juga sebaliknya, ada seorang yang masih berusia dua puluhan atau bahkan di bawah itu, tapi sudah pandai bersikap dewasa. Pandai? Ya, betul, karena dewasa adalah sebuah sikap hasil dari proses belajar.

Di mana belajarnya? Di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Di kantor kita bisa belajar dari teman atau atasan. Di lingkungan, kita bisa belajar dari tetangga. Di rumah kita bisa belajar dari istri, suami, mertua, kakak, adik, atau bahkan anak.

Saya belajar dari istri saya di rumah. Jujur, meski usia sudah berkepala empat, saya belum pandai bersikap dewasa. Persoalan di kantor masih sering terbawa ke rumah, begitu sebaliknya. Saya perhatikan, istri saya justru lebih pandai dalam hal ini. Suatu kali dan beberapa kali terjadi, saya dan istri habis berantem, cemberutlah muka kita berdua. Tiba-tiba ada seorang tetangga, teman istri datang ke rumah. Istri saya menyambut dengan ceria, tanpa satu guratan pun di wajahnya. Mereka ngobrol ngalor-ngidul dengan senang hati dan riang gembira. Seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya.

Selalu saya memperhatikan, mengamati dan belajar darinya.

Thursday, October 13, 2011

Menulis Komentar di Facebook

Spontanitas. Saat kita berbincang atau ngobrol dengan teman atau seseorang, kata demi kata meluncur secara otomatis. Begitu teman atau orang lain selesai bicara, kita langsung menimpali.

Dalam berbincang-bincang secara langsung atau tatap muka, kita tahu siapa lawan bicara. Jika ngobrol dengan teman dekat, tentu kita bisa menimpali dengan cara dan kata apa saja. Ceplas-ceplos, orang Jawa bilang. Obrolan bisa berlangsung dengan asyik dan nyaman-nyaman saja.

Lain halnya jika kita bercengkerama melalui situs jejaring sosial bernama facebook. Produk teknologi komunikasi tersebut mampu membawa penggunanya melintasi batas ruang dan waktu. Karena itu para pengguna yang saling terhubung seolah sedang berada di suatu tempat dan berkomunikasi secara langsung. Pengguna larut dan terhanyut dalam jalinan komunikasi yang mengasyikkan.

Kondisi demikian seringkali membuat lupa bahwa sesungguhnya kita sedang berkomuikasi dengan orang-orang yang tidak semua kenal secara dekat. Bahkan mungkin lebih banyak yang baru kenal secara maya, belum secara nyata.

Oleh karena itu, kita tak tahu persis sifat dan karakter teman yang baru kenal secara maya tersebut. Apakah teman tersebut orangnya terbuka, memahami keberagaman dan mau menerima kritik serta saran dengan lapang dada atau orangnya tertutup, sulit menerima perbedaan dan tak tahan terhadap kritik serta saran. Dan macam-macam karakter yang lain. Walaupun jika kita mau, kita bisa tahu dengan cara mengamati dari tulisan di status dan komentar-komentarnya. Namun prinsip kehati-hatian dalam memberikan komentar tetap harus kita perhatikan.

Ada pengalaman menarik tentang komentar-komentar yang saya alami. Menulis status dengan sesuatu yang ada di hati dan pikiran, itulah kebiasaan saya selama ini. Jika yang di pikiran adanya jadwal bola, ya saya tulis itu. Jika yang sedang terpikir kata-kata bijak dari seorang filsuf, ya saya tulis itu. Saat hati senang karena mendapat sesuatu anugerah, saya berbagi kebahagiaan melalui status di FB. Begitulah saya selama ini.

Hal itu saya rasakan asyik-asyik saja dan menyenangkan. Tetapi, ternyata tidak bagi orang lain. Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 yang lalu, saya selalu menulis status dengan hal-hal berbau politik. Banyak juga teman yang menanggapi secara positif. Tetapi ada salah seorang teman menanggapi dengan berkomentar, ”Kok ngomongin politik terus sih”, katanya.

Di saat yang lain ketika musim Indonesia Super League (ISL) bergulir, saya sering menulis status dengan jadwal liga super. Banyak juga yang sedang dengan memberi komentar yang positif. Namun ada juga seorang teman menanggapi dengan, ”Kok bola melulu, nggak ada resep masakan apa?”. Sebaliknya, ketika saya menulis status yang bukan jadwal bola, teman lain berkomentar, ”Tumben statusnya bukan jadwal bola”.

Pusing, kesal, bingung dan heran? Enggak. Saya menganggap komentar-komentar tersebut wajar-wajar saja. Mereka punya hak untuk berkomentar. Sedari awal saya mendaftar akun di facabook, saya sudah menyadari bahwa nanti akan terjalin dengan beragam tipe, karakter dan kebiasaan. Termasuk juga minat dan hobi yang beraneka macam. Jadi tentu saya sudah siap dengan datangnya beraneka ragam komentar dari teman-teman.

Bagi saya komentar apa pun tidak masalah. Asalkan komentar itu bersifat positif, tidak menyinggung dan menghina orang lain, tidak mengandung SARA, serta tidak melanggar etika, norma dan hukum yang ada. Komentar yang memberi ucapan selamat dan menyemangati, bagus itu. Komentar yang mengandung informasi dan pengetahuan, monggo. Komentar untuk saling menyapa juga tak kalah bagusnya karena bisa mempererat tali silaturrahmi. Komentar yang ngalor-ngidul juga tak ada salahnya. Asal positif, sok atuh ... Bahkan komentar yang pedas sekalipun, asal dikasih gula merah, garam, plus aneka macam buah-buahan segar, pasti uenak saja. Emangnya rujak, hehehe ...

Beraneka warna komentar-komentar itu akan membentuk pelangi yang indah di pandang. Asal jangan warna hitam, karena mungkin saja akan mengurangi keindahannya. Berkomentar di facebook, boleh apa saja asal jangan komentar yang negatif. Karena bisa jadi hal itu akan mengurangi nilai kebaikan dalam berjaring, bersilaturrahmi melalui Facebook.

Wednesday, October 12, 2011

Menulis Status di Facebook

Ketika awal-awal saya mengenal internet di tahun 2006 lalu, yang pertama dibuka saat berinternet adalah email. Namun sekarang email bergeser ke urutan kedua setelah facabook. Entah kenapa saya jadi ikut-ikutan seperti kebanyakan anak-anak muda, main facebook. Saya juga tidak tahu, apakah saya adalah korban dari mewabahnya facebook atau sebaliknya, saya memanfaatkan jejaring sosial itu untuk mengikuti perkembangan jaman.

Saya hanya tahu apa yang saya rasakan, asyik dan nyaman ber-facebook. Menulis status, membaca status dan komentar teman-teman. Terhibur, bertambah informasi, wawasan dan pengetahuan. Pasalnya, beragamnya status yang ditulis oleh teman-teman. Ada yang berisi tentang say hello, canda gurau sesama teman, ada yang berisi informasi sesuatu hal atau di suatu tempat atau kota. Tidak sedikit status yang berisi pengetahuan-pengetahuan yang tak pelak akan menambah wawasan yang membacanya. Dan beragam tulisan status yang lain tentunya.

Lantas bagaimana sebaiknya menulis status yang baik dan menarik? Mungkin berpulang kepada diri masing-masing. Kalau saya pribadi biasanya mengisi status sesuai dengan yang ada di hati dan kepala. Kalau yang ada di kepala adalah jadwal pertandingan sepak bola, ya saya tulis itu. Kalau di hati sedang ada rasa senang dan syukur karena mendapat anugerah sesuatu, ya itu yang ditulis. Tapi kalau di hati dan kepala sedang ruwet dan semrawut, saya tahan dan berhati-hati untuk tidak menuliskannya di status. Takut tidak sedap dan nyaman dibaca oleh teman-teman.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca catatan Pak Ersis Warmansyah Abbas, dosen Unlam Banjarmasin dan kandidat doktor UPI Bandung berkaitan menulis status. Beliau memperhatikan beberapa teman fb-nya yang mengisi status dengan sedang berada di anu, mau ke anu dan sebagainya. Sementara yang lain mengisinya dengan kata-kata bijak atau pendapat para filsuf. Menurut beliau, kalau terus-terusan begitu jamaah facebookiyah, istilah beilau pakai, tak akan mengalami kemajuan (dalam hal menulis). Tersebab yang ditulis pikiran orang lain bukan pikiran sendiri.

Tergugah dan terlecut hati membacanya. Terlebih mengingat niatan awal saya ber-fb, selain silaturrahmi juga untuk memfasihkan menulis. Segera saya merapikan tempat duduk dan meluruskan pikiran, jadilah tulisan in dan beberapa yang lain. Tentu sebagai ajang proses pembelajaran (menulis). Terima kasih Pak Ersis telah menginspirasi dan mengingatkan saya.

Satu lagi pengalaman dan pelajaran menarik tentang menulis status facebook dari Mas Prie GS, Pemimpin Redaksi abloid Keluarga Cempaka Minggu Ini, Semarang. Beberapa waktu yang lalu, Pria berkumis yang juga adalah seorang public speaker, motivator, wartawan dan kartunis itu menerbitkan buku yang berisi kumpulan statusnya di facebook. Luar biasa.

Tidak ada aturan dan batasan bagi kita dalam menulis status di facebook. Yang penting tulisan mengandung hal positif. Tidak menghina dan menyinggung orang lain atau pihak tertentu, tidak bersifat provokatif, tidak mengandung unsur SARA, tidak melanggar etika, norma dan hukum yang ada. Itu tidak masalah dan boleh-boleh saja.

Namun agar lebih bermanfaat dalam ber-facebook ria, tidak ada salahnya jika kita belajar dari Pak Ersis dan Mas Prie GS dalam menulis status di facebook.

Tuesday, August 10, 2010

Marhaban Yaa Ramadhan

Alhamdulillah. Hari ini, Rabu (11/8-2010) kita diizinkan oleh Allah SWT untuk bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan 1431 H. Tak ada kata yang lebih pas dan pantas untuk kita ucapkan kecuali rasa syukur, alhamdulillah. Betapa tidak, bulan Ramadhan adalah bulan istimewa dan tidak semua orang bisa berjumpa kembali dengan bulan ini.

Seperti biasa, selain wajib berpuasa, kita umat muslim juga selayaknya mengisinya dengan amal-amal kebaikan. Memperbanyak ibadah-ibadah sunah dan perbuatan baik lainnya. Di bulan Ramadhan, ibadah sunah dihitung setara ibadah wajib. Sementara ibadah wajib dilipatgandakan pahalanya. Subhanallah.

Bulan Ramadhan adalah ladang bagi kita untuk bercocok tanam segala macam ibadah dan kebaikan. Hasilnya, bisa kita panen baik saat kita masih di dunia maupun dan terlebih saat di akhirat nanti.

Marhaban Yaa Ramadhan ......
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1431 H.

Sumber gambar: s286.photobucket.com

Friday, July 02, 2010

Piala Dunia Mulai Seru!

Hari ini, 2 Juli 2010, pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan akan semakin seru. Pasalnya, mulai hari ini akan dipertandingkan babak perempat final. Tinggal delapan tim yang masih bertahan untuk memperebutkan trofi bergengsi itu. Bagi ke delapan tim, tak ada pilihan lain kecuali harus memenangkan pertandingan jika ingin berlaga di partai puncak.

Dari delapan tim yang masih bertahan, lima diantaranya adalah memang tim yang diunggulkan, yakni Spanyol, Brasil, Argentina, Jerman dan Belanda. Sementara tiga tim lainnya adalah tim underdog yang tadinya tidak diperhitungkan yaitu Paraguay, Uruguay dan Ghana. Keberadaan tiga tim kuda hitam di babak perempat final membuat perhelatan piala dunia di Afrika Selatan menjadi semakin menarik.

Brasil akan menghadapi Belanda hari ini (2/7) pukul 21.00 WIB. Pertandingan tersebut disiarkan secara langsung oleh RCTI. Di hari yang sama waktu setempat atau dini hari waktu Indonesia bagian barat, satu-satunya wakil Afrika, Ghana akan menghadapi Uruguay. Pertandingan tersebug juga disiarkan secara langsung oleh RCTI pukul 01.30 WIB.

Pertandingan berikutnya mempertemukan dua tim musuh bebuyutan, Argentina melawan Jerman. Sedangkan tim unggulan lainnya, Spanyol akan menghadapi negara bekas jajahannya Paraguay.

Berikut jadwal pertandingan babak perempat final selengkapnya:

Jum'at, 2 Juli 2010 (RCTI: 21.00 WIB)
Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth
Brasil vs Belanda

Sabtu, 3 Juli 2010 (RCTI: 01.30 WIB)
Soccer City, Johannesburg
Ghana vs Uruguay

Sabtu, 3 Juli 2010 (RCTI: 21.00 WIB)
Cape Town, Cape Town
Argentina vs Jerman

Minggu, 4 Juli 2010 (RCTI: 01.30 WIB)
Ellis Park, Johannesburg
Spanyol vs Paraguay

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...