Friday, October 10, 2014

Skuad Timnas U-19 Indonesia

Timnas Indonesia U-19 hari ini akan memulai perjuangan di putaran final turnamen sepak bola Piala Asia (ACF) usia 19 tahun di Myanmar. Putaran Final AFC Cup U-19 tahun 2014 yang berlangsung dari tanggal 9 sampai dengan 23 Oktober 2014 diikuti oleh 16 negara yang telah lolos dari babakj penyisihan grup.
 
Dari 16 negara peserta putaran Final Piala Asia U-19 tahun 2014, salah satunya adalah Indonesia. Di bawah pelatih Indra Sjafri, Garuda Jaya yang mampu menjuarai AFF U-19 tahun 2013 lalu optimis bisa lolos dari fase grup. 
 
Berikut adalah daftar 23 Pemain Timnas U-19 Indonesia yang berlaga di Piala Asia 2014, Myanmar.
 
Kiper : Ravi Murdianto, Moch Diky Indriyana, Rully Desrian
 
Pemain Belakang: Putu Gede Juni Antara, Febly Gushendra, Mahdi Fahri Albar, Muhammad Fatchurrohman, Muhamad Sahrul Kurniawan, Ricku Fajrin Saputra, Hansamu Yama Pranata, Rudolof Yanto Basna
 
Pemain Tengah: Evan Dimas Darmono, Muhammad Hargianto, Dinan Yahdian Javier, Hendra Sandi Gunawan, Maldini Pali, Paulo Oktavianus Sitanggang, Zulfiandi, Ilham Udin Armaiyn, Ichsan Kurniawan
 
Pemain Depan: Muhammad Dimas Drajat, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Septian David Maulana
 
Pelatih : Indra Sjafri

Tuesday, September 23, 2014

Masih Tentang Timnas U-23, Strategi Pelatih yang Keliru

Awalnya saya memahami niat Pelatih Timnas U-23, Aji Santoso untuk merotasi pemain saat melakoni laga terakhir Penyisihan grup E Asian Games 2014  melawan Thailand. 

Dalam wawancara dengan jurnalis, Aji mengungkapkan alas an merotasi pemain yakni agar para pemain yang belum bermain tidak kehilangan sentuhan.

Begitu laga Indonesia kontra Thailand digelar dan melihat susunan pemain Indonesia, saya mulai merasa khawatir. Aji Santoso hanya menyisakan tiga pemain inti, Dany Saputra, Victor Ikbonefo dan Bayu Gatra Sangiawan. Selebihnya adalah pemain pelapis atau cadangan.

Monday, September 22, 2014

Alhamdulillah Masih Bisa Baca Tanpa Kacamata

Hingga di usia 48, Alhamdulillah saya memang masih mampu membaca dengan mata telanjang alias tanpa bantuan kacamata. Suatu hal yang memang sangat dan harus disyukuri. Hal itu mengingat tidak semua orang dikaruniai kemampuan seperti itu. Karena banyak orang yang masih muda justru sudah harus menggunakan kacamata.

Meski tidak sedikit pula orang yang lebih sepuh dari saya masih mampu membaca tanpa bantuan kacamata. Seperti ibu mertua saya yang sudah berusia 72 tahun yang masih mampu membaca dengan mata telanjang. Beliau sangat senang ketika saya berkunjung dengan membawa buku dan atau koran. Dia akan membacanya untuk mengisi hari-hari sambil mengusir sepi.  

Sunday, September 21, 2014

Dua Pesan Khotib Jum'at Kemarin

Ada dua poin yang disampaikan Khotib Jum’at kemarin (19/9-2014), Ust. Suwandi, SE. saat Jum’atan di Masjid Perguruan Islam Al Syukro Universal. Dua poin tersebut memang penting untuk mengingatkan kita semua sebagai umat muslim. Pertama, kita tidak boleh berprasangka buruk. Kedua, kita tidak boleh sombong.

•    Tidak boleh berprasangka buruk
Setuju atau tidak, ini memang penyakit yang sering kali menjangkiti manusia tanpa disadarinya. Tanpa menyadari, kita sering kali berprasangka buruk pada orang lain. Baru melihat wajah dan tingkah lakunya, kita sudah berprasangka bahwa orang itu begini begitu. Melihat tetangga membeli kendaraan baru, kita sudah berpikir yang tidak-tidak. Padahal belum tentu demikian. Belum tentu apa yang kita pikir dan sangka itu benar. Kalau kita sudah menduga yang tidak-tidak dan ternyata itu salah, maka berdosalah kita.

•    Tidak boleh sombong
Bahwa kita sebagai manusia tidak boleh sombong.  merasa lebih hebat, merasa lebih pintar, merasa lebih kaya dan sebagainya. Hanya Allah yang berhak sombong. Semua makhluk, termasuk manusia dilarang dan tidak boleh sombong. Iblis adalah makhluk ciptaaan Allah yang pertama kali melakukan kesombongan. Bahkan Iblis sombong di hadapan Allah SWT saat diperintahkan untuk bersujud kepada Adam. Saat itu, Iblis menolak perintah Allah dengan mengatakan, ‘Ana Khoiru Minhu”, “Aku Lebih baik dari Dia”.

Tuesday, September 16, 2014

Timnas U-23 Tak Boleh Jumawa



Timnas U-23 Indonesia tak boleh berpuas diri dan merasa jumawa. Eforia kemenangan setelah mencukur Timor Leste 7-0 sudah berakhir. Dedi Kusnandar dan kawan-kawan harus segera bersiap diri dan fokus menghadapi laga kedua melawan Maladewa besok, Kamis (18/9).

Demikian pelatih Timnas U-23, Aji Santoso mengingatkan kepada para pemain. Aji Santoso juga mengingatkan agar para pemain berhati-hati dan menjaga sikap saat bermain di lapangan. Hal tersebut terkait dua kartu kuning yang didapat pemain Indonesia, Alfin Tuasalamony dan Novri Setiawan.

Dua kartu kuning tersebut tidak perlu terjadi seandainya kedua pemain bisa menahan diri dan menjaga sikap saat bermain di lapangan. Alfin Tuasalamony menerima kartu kuning karena melakukan selebrasi dengan membuka kaos usai mencetak gol melalui titik pinalti. Sementara Novri Setiawan diganjar kartu kuning karena melakukan protes yang berlebihan.

Dalam Asian Games XVII di Incheon, Korea Selatan, Indonesia yang diwakili Timnas U-23 tergabung dalam grup E bersama Timor Leste, Maladewa dan Thailand. Jika Indonesia bisa memenangkan pertandingan kedua melawan Maladewa besok, maka Indonesia dipastikan akan maju ke babak enam belas besar.

Meski bukan tim unggulan, Maladewa adalah tim yang sulit dikalahkan. Indonesia pernah bertemu Maladewa dalam laga uji coba dengan hasil imbang. Dalam beberapa pertandingan, termasuk saat dikalahkan Thailand 0-2, Maladewa bermain dengan pola bertahan total dan mengandalkan serangan balik. Hal itulah yang membuat tim-tim lawan kesulitan saat menghadapi Maladewa.
 
Dengan modal kemenangan 7-0 saat melawan Timor Leste, Indonesia optimis akan mampu mengalahkan Maladewa pada pertandingan besok. Dengan mengandalkan Ferdinan Sinaga sebagai ujung tombak, diharapkan Indonesia akan meraih satu tiket ke babak selanjutnya.

Tuesday, May 27, 2014

Belanja Sambil Bernostalgia



Minggu yang lalu, 18 Mei 2014, saya menemani Istri belanja keperluan baju anak-anak (keponakan) untuk persiapan lebaran. Sebuah kegiatan ritual tahunan yang selalu dilakukan sebelum Puasa Ramadhan tiba.

Ada beberapa alasan kenapa belanja baju lebaran anak-anak dilakukan jauh hari bahkan sebelum puasa tiba. Pertama, harga mungkin belum terlalu mahal, kedua suasana di tempat belanja belum terlalu ramai, dan yang ketiga adalah agar saat menjalankan ibadah puasa tidak terganggu oleh urusan belanja baju lebaran.

Friday, May 16, 2014

Duo Kribo, Serupa Tapi Tak Sama

Tak dapat dipungkiri, Sepak bola adalah salah satu hiburan yang paling digemari di seluruh dunia saat ini. Sebagai sebuah hiburan, sepak bola memiliki daya tarik yang sangat luar biasa. Sepak bola disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, laki-laki dan juga perempuan, dari kalangan kantor hingga  para pedagang di pasar dan pinggir jalan. Maka tak mengherankan setiap kali  putaran final Piala Dunia itu digelar, perhatian sebagian besar penghuni planet bumi ini,  tertuju ke sana.

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...