السبت، ديسمبر 13، 2008



Tips Mengatasi Stres

“Sudaryo (40 tahun), Satpam PT. Rajabrana, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (14/7). Korban diduga bunuh diri karena menanggung beban hidup setelah dua bulan dia belum menerima gaji dari PT. Rajabrana yang mengalami pailit”. Demikian berita yang dimuat harian Republika tanggal 15 Juli 2008.

Belakangan ini, kasus bunuh diri memang makin marak terjadi. Tak dapat dipungkiri bahwa hidup di zaman sekarang memang semakin sulit. Kesulitan ekonomi, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), terlilit hutang, tersandung masalah keluarga, terkena penyakit yang tak kunjung sembuh, dan sebagainya. Persoalan-persoalan hidup seperti itu yang membuat banyak orang mengalami stres. Jika orang yang mengalami stres tidak segera menemukan jalan keluar, maka bunuh diri menjadi satu-satunya pilihan.

Masih segar dalam ingatan kita, sebuah peristiwa yang sangat mengenaskan terjadi di awal Maret 2007 di Malang. Seorang Ibu yang karena kesulitan ekonomi, tega meracuni keempat anaknya dengan potasium, zat yang biasa dipakai untuk meracuni ikan. Setelah memastikan bahwa keempat anaknya telah tertidur untuk selamanya, dia menyusul dengan menenggak racun yang sama. Lima nyawa pun melayang sia-sia.

Stres ibarat bom waktu, sewaktu-waktu bisa meledak seiring meningkatnya tekanan hidup yang dialami. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress sehingga tidak sampai meledak. Berikut tips-tips yang bisa dilakukan;

1. Lakukan Aktivitas

Jangan melamun dan mengurung diri di rumah. Lakukanlah aktivitas positif yang menyenangkan. Mengikuti kegiatan sosial yang ada di lingkungan tempat tinggal atau pun di kantor. Seperti bakti sosial, pengajian, arisan, dan lain sebagainya. Anda juga bisa ikut bergabung dengan komunitas-komunitas yang sekarang banyak bermunculan. Ada komunitas pecinta kuliner, ada komunitas pecinta sejarah, ada komunitas pecinta grup musik legendaris, ada komunitas sosial yang aktif membantu anak jalanan dan tidak mampu, ada komunitas pecinta sepeda, dan masih banyak lagi. Anda bisa bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan hobi Anda.

2. Bersikap Terbuka

Jangan pendam persoalan yang Anda hadapi sendirian. Ceritakanlah kepada orang terdekat yang bisa Anda percaya. Orang tua, adik, kakak, teman, atau siapa saja yang Anda anggap bisa dipercaya. Jika tak seorang pun yang bisa Anda percaya, maka ceritakanlah melalui tulisan. Dengan menuliskannya, Anda mengurangi beban yang harus Anda tanggung. Paulo Coelho, penulis asal Brasil dalam salah satu novelnya The Al Chemist menyarankan agar kita menuliskan segala kesedihan atau perasaan yang mengganggu dalam selembar kertas dan melarungkannya ke sungai. Dengan begitu, kesedihan dan kekuatiran akan segera hilang.

3. Berpikir positif

Siapa bilang kalau Anda orang yang malang? Siapa bilang kalau Anda orang yang lemah dan tidak berguna? Tidak. Itu sama sekali tidak benar. Tuhan Maha Adil dan Maha Bijaksana. Semua cintaan-Nya mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Termasuk makhluk yang kecil sekalipun. Bakteri pengurai yang tak bias dilihat mata kita saja memiliki peran yang sangat penting. Bayangkan kalau tidak ada bakteri pengurai, mungkin dunia ini sudah tertutup oleh sampah.

Sebagai manusia, Anda jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk-makhluk yang lain. Tuhan tentu menciptakan Anda dengan fungsi dan peran yang telah ditentukan. Banyak orang yang membutuhkan kehadiran Anda. Orang tua, kakak, adik, anak, saudara, teman, mereka semua membutuhkan Anda. Ingat, dunia membutuhkan Anda.

4. Sadari bahwa Anda tidak sendiri

Jangan menyangka bahwa hanya Anda yang sedang merasakan penderitaan saat ini. Jika Anda sedang patah hati, ketahuilah bahwa banyak orang yang mengalami nasib yang sama dengan Anda. Jika Anda habis kena PHK, kesulitan ekonomi, atau terbelit masalah keluarga, ketahulah pula bahwa di berbagai sudut kota di belahan dunia, banyak orang mengalami hal yang sama. Sadarilah bahwa bukan hanya Anda yang mengalami penderitaan akibat beban hidup yang berat. Ingat, Anda tidak sendirian.

5. Berolahraga

Berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan produksi hormon beta-endrophine, hormon yang dapat mengontrol stres. Pilihlah olahraga yang mudah dan murah untuk dilakukan. Lari pagi, bersepeda, sepakbola, futsal, volly, basket, bulutangkis, atau bahkan sekadar jalan kaki. Pilih dan lakukanlah olah raga yang memungkinkan secara teratur.

6. Menangislah

Menangis diyakini dapat mengurangi stres dan membuat kondisi badan menjadi lebih enak. Menangislah dikala sendirian di kamar. Atau mengangislah saat berdoa usai sholat, lebih-lebih sholat tahajud. Menangis dan mengadulah kepada Sang Pencipta. Tumpahkanlah segala persoalah yang sedang Anda hadapi.

7. Tertawalah

Secara klinis, humor dapat digunakan untuk mengatasi rasa stres. Beberapa waktu lalu, sebuah yayasan mengadakan senam tertawa yang diikuti oleh ribuan orang di Jakarta. Jika tidak memungkinkan untuk ikut senam seperti itu, Anda tak perlu khawatir. Saat ini banyak tayangan-tayangan televisi yang lucu-lucu. Ada Tawa Sutra dan Santai Bareng Yuk (ANTV), Democrazy (Metro TV), Negeri Impian (TV One), dan masih banyak lagi. Anda tinggal pilih yang sesuai dengan selera Anda.

8. Anda pasti Bisa!

Jalan keluar pasti ada. Surat Al Baqarah ayat 286, ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Yakinlah bahwa Allah tidak memberi ujian dan cobaan kepada Anda yang melebihi dari kemampuan Anda. Jadi, sesungguhnya Anda memiliki kemampuan yang lebih besar dari cobaan dan ujian itu sendiri. Yakinlah bahwa Anda memiliki kekuatan. Jika Anda merasa tidak memiliki kekuatan dan merasa tak mampu mengatasi persoalan, mintalah pada Yang Maha Kuat, Allah. Tetaplah berusaha untuk mengatasi persoalan hidupJ sambil bersabar dan berserah diri pada Allah. Jika sudah demikian, maka apa pun persoalan yang Anda hadapi, Anda pasti bisa!

Dari berbagai sumber

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...