السبت، أبريل 29، 2017

Perjalanan Ibadah Umrah Bagian 4

Perjuangan ke Raudhah

Saat makan malam, Pembimbing mengumumkan kalau setelah makan malam agendanya adalah ke Raudhah. Oh iya, sebelum saya melanjutkan cerita ini, jadwal makan saat ibadah umrah adalah sebagai berikut: Makan pagi atau sarapan jadwalnya seusai sholat Shubuh, makan siang seusai sholat Dhuhur dan makan malam selepas sholat ‘Isya. 

Jadi setiap usai solat Subuh, Dhuhur dan Isya’, para jamaah langsung menuju ruang makan yang sudah ditentukan. Saat saya di Hotel Mirage Taiba, ruang makan ada di lantai M. Para jamaah tidak perlu khawatir karena travel telah menyiapkan katering masakan Indonesia. Dan penyedia katering itu siapa lagi kalau bukan orang Madura.


الأربعاء، أبريل 26، 2017

Perjalanan Ibadah Umrah Bagian 3

Ikuti Panduan Supaya Ibadah Lebih Khusyu'

Usai makan siang, para jamaah masih harus bersabar menunggu Panitia memroses kamar dengan pihak hotel. Jam dua yang dijanjikan akhirnya lewat juga. Kecewa memang namun sekali lagi para jamaah sadar bahwa ini adalah perjalanan ibadah. Sehingga semuanya harus disikapi dengan sabar.

Ada memang satu dua jamaah yang mempetanyakan profesionalitas panitia atau petugas agen travel. “Dia terlihat kebingungan, sepertinya belum pengalaman,” kata salah seorang jamaah kepada jamaah yang lain. 

Sejak jam satu lewat Panitia memang sudah bolak-balik menemui petugas hotel. Namun hingga jam setengah tiga, Panitia belum berhasil mendapatkan kunci kamar untuk para jamaah. Ada kesan memang Panitia sepertinya belum punya pengalaman yang cukup dalam menangani hal-hal seperti itu.  

الثلاثاء، أبريل 25، 2017

Perjalanan Ibadah Umrah Bagian 2

Setelah semua jamaah sudah masuk ke bus masing-masing sesuai dengan data yang ada di ID Card, pemandu mempersilakan driver alias sopir untuk menjalankan busnya.

“Assalamu’alaikum, bla-bla-bla……..” kata driver menyapa para jamaah dengan bahasa Arab. Mungkin intinya si Driver menyampaikan salam dan selamat kepada para jamaah yang akan melakukan ibadah umroh dan semoga lancar serta ibadah umrohnya makbullah.  

Para jamaah hanya bisa menjawab hanya dengan satu kata secara serempak, :Aamiin ......"

Driver berpostur tinggi besar yang mungkin orang Arab itu begitu ramah menyapa para jamaah umroh. Sayangnya dia tidak bisa bahasa Indonesia. Sayangnya pula, tak satu pun jamaah yang ada di bus 2 mengerti bahasa Arab, tak terkecuali saya.

Di sinilah saya berpikir seharusnya para jamaah termasuk saya berusaha sedikit belajar bahasa Arab.  Ya, paling tidak sekadar percakapan sehari-hari yang umum. Hal ini akan sangat berguna walau pun bukan hal yang wajib.

Perjalanan Ibadah Umroh Bagian 1

Alhamdulillah, hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Hari keberangkatan  perjalanan Ibadah Umroh menuju tanah suci, Kamis (13/4/17).  Rasa senang, haru dan gugup bersampur menyatu. 

Senang karena tak lama lagi bisa menginjakan kaki di tanah suci dan mengunjungi Batulah. Haru karena undangan dari Allah itu datang tanpa diduga dan disangka-sangka sebelumnya. Haru juga karena harus meninggalkan istri tercinta untuk beberapa hari. Rasa gugup tak lain karena saya baru pertama kali bepergian ke luar negeri dengan naik pesawat. 

Jam satu lewat sekian menit, Kamis (13/4) siang, saya dan istri dengan diantar kakak ipar dan beberapa tetangga berangkat dari Ciputat menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Jam setengah empat sore saya dan rombongan sudah sampai di Bandara Soetta. Saya menuju meeting point yang sudah ditentukan oleh Panitia di Terminal 2 E, Gate 3. Sesampai di sana, suasana sudah ramai. Jamaah yang lain rupanya sebagian sudah datang. 

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...