السبت، ديسمبر 13، 2008



Tips Mengatasi Stres

“Sudaryo (40 tahun), Satpam PT. Rajabrana, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (14/7). Korban diduga bunuh diri karena menanggung beban hidup setelah dua bulan dia belum menerima gaji dari PT. Rajabrana yang mengalami pailit”. Demikian berita yang dimuat harian Republika tanggal 15 Juli 2008.

Belakangan ini, kasus bunuh diri memang makin marak terjadi. Tak dapat dipungkiri bahwa hidup di zaman sekarang memang semakin sulit. Kesulitan ekonomi, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), terlilit hutang, tersandung masalah keluarga, terkena penyakit yang tak kunjung sembuh, dan sebagainya. Persoalan-persoalan hidup seperti itu yang membuat banyak orang mengalami stres. Jika orang yang mengalami stres tidak segera menemukan jalan keluar, maka bunuh diri menjadi satu-satunya pilihan.

Masih segar dalam ingatan kita, sebuah peristiwa yang sangat mengenaskan terjadi di awal Maret 2007 di Malang. Seorang Ibu yang karena kesulitan ekonomi, tega meracuni keempat anaknya dengan potasium, zat yang biasa dipakai untuk meracuni ikan. Setelah memastikan bahwa keempat anaknya telah tertidur untuk selamanya, dia menyusul dengan menenggak racun yang sama. Lima nyawa pun melayang sia-sia.

Stres ibarat bom waktu, sewaktu-waktu bisa meledak seiring meningkatnya tekanan hidup yang dialami. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress sehingga tidak sampai meledak. Berikut tips-tips yang bisa dilakukan;

1. Lakukan Aktivitas

Jangan melamun dan mengurung diri di rumah. Lakukanlah aktivitas positif yang menyenangkan. Mengikuti kegiatan sosial yang ada di lingkungan tempat tinggal atau pun di kantor. Seperti bakti sosial, pengajian, arisan, dan lain sebagainya. Anda juga bisa ikut bergabung dengan komunitas-komunitas yang sekarang banyak bermunculan. Ada komunitas pecinta kuliner, ada komunitas pecinta sejarah, ada komunitas pecinta grup musik legendaris, ada komunitas sosial yang aktif membantu anak jalanan dan tidak mampu, ada komunitas pecinta sepeda, dan masih banyak lagi. Anda bisa bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan hobi Anda.

2. Bersikap Terbuka

Jangan pendam persoalan yang Anda hadapi sendirian. Ceritakanlah kepada orang terdekat yang bisa Anda percaya. Orang tua, adik, kakak, teman, atau siapa saja yang Anda anggap bisa dipercaya. Jika tak seorang pun yang bisa Anda percaya, maka ceritakanlah melalui tulisan. Dengan menuliskannya, Anda mengurangi beban yang harus Anda tanggung. Paulo Coelho, penulis asal Brasil dalam salah satu novelnya The Al Chemist menyarankan agar kita menuliskan segala kesedihan atau perasaan yang mengganggu dalam selembar kertas dan melarungkannya ke sungai. Dengan begitu, kesedihan dan kekuatiran akan segera hilang.

3. Berpikir positif

Siapa bilang kalau Anda orang yang malang? Siapa bilang kalau Anda orang yang lemah dan tidak berguna? Tidak. Itu sama sekali tidak benar. Tuhan Maha Adil dan Maha Bijaksana. Semua cintaan-Nya mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Termasuk makhluk yang kecil sekalipun. Bakteri pengurai yang tak bias dilihat mata kita saja memiliki peran yang sangat penting. Bayangkan kalau tidak ada bakteri pengurai, mungkin dunia ini sudah tertutup oleh sampah.

Sebagai manusia, Anda jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk-makhluk yang lain. Tuhan tentu menciptakan Anda dengan fungsi dan peran yang telah ditentukan. Banyak orang yang membutuhkan kehadiran Anda. Orang tua, kakak, adik, anak, saudara, teman, mereka semua membutuhkan Anda. Ingat, dunia membutuhkan Anda.

4. Sadari bahwa Anda tidak sendiri

Jangan menyangka bahwa hanya Anda yang sedang merasakan penderitaan saat ini. Jika Anda sedang patah hati, ketahuilah bahwa banyak orang yang mengalami nasib yang sama dengan Anda. Jika Anda habis kena PHK, kesulitan ekonomi, atau terbelit masalah keluarga, ketahulah pula bahwa di berbagai sudut kota di belahan dunia, banyak orang mengalami hal yang sama. Sadarilah bahwa bukan hanya Anda yang mengalami penderitaan akibat beban hidup yang berat. Ingat, Anda tidak sendirian.

5. Berolahraga

Berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan produksi hormon beta-endrophine, hormon yang dapat mengontrol stres. Pilihlah olahraga yang mudah dan murah untuk dilakukan. Lari pagi, bersepeda, sepakbola, futsal, volly, basket, bulutangkis, atau bahkan sekadar jalan kaki. Pilih dan lakukanlah olah raga yang memungkinkan secara teratur.

6. Menangislah

Menangis diyakini dapat mengurangi stres dan membuat kondisi badan menjadi lebih enak. Menangislah dikala sendirian di kamar. Atau mengangislah saat berdoa usai sholat, lebih-lebih sholat tahajud. Menangis dan mengadulah kepada Sang Pencipta. Tumpahkanlah segala persoalah yang sedang Anda hadapi.

7. Tertawalah

Secara klinis, humor dapat digunakan untuk mengatasi rasa stres. Beberapa waktu lalu, sebuah yayasan mengadakan senam tertawa yang diikuti oleh ribuan orang di Jakarta. Jika tidak memungkinkan untuk ikut senam seperti itu, Anda tak perlu khawatir. Saat ini banyak tayangan-tayangan televisi yang lucu-lucu. Ada Tawa Sutra dan Santai Bareng Yuk (ANTV), Democrazy (Metro TV), Negeri Impian (TV One), dan masih banyak lagi. Anda tinggal pilih yang sesuai dengan selera Anda.

8. Anda pasti Bisa!

Jalan keluar pasti ada. Surat Al Baqarah ayat 286, ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Yakinlah bahwa Allah tidak memberi ujian dan cobaan kepada Anda yang melebihi dari kemampuan Anda. Jadi, sesungguhnya Anda memiliki kemampuan yang lebih besar dari cobaan dan ujian itu sendiri. Yakinlah bahwa Anda memiliki kekuatan. Jika Anda merasa tidak memiliki kekuatan dan merasa tak mampu mengatasi persoalan, mintalah pada Yang Maha Kuat, Allah. Tetaplah berusaha untuk mengatasi persoalan hidupJ sambil bersabar dan berserah diri pada Allah. Jika sudah demikian, maka apa pun persoalan yang Anda hadapi, Anda pasti bisa!

Dari berbagai sumber

السبت، مارس 17، 2007

Mengatasi Rasa Jenuh

Melakukan hal-hal yang sama setiap hari dan selalu berulang-ulang tentu lama kelamaan akan membuat kita bosan dan jenuh. Rutinitas memang sering kali membuat orang merasa jenuh. Tetapi kalau yang kita lakukan itu memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita, ya tidak ada cara lain kecuali kitan harus melaksanakannya.

Sekarang, bagaimana caranya agar rutinitas itu tidak sampai membuat kita jenuh?
Beberapa tips berikut bisa dicoba untuk mengatasi rasa jenuh;

1. Bersyukur
Apapun jabatan kita, apa pun kerjaan kita dan berapa pun gaji yang kita terima saat ini, bersyukurlah. Ingat, kita masih lebih beruntung dibandingkan dengan sepuluh juta lebih orang yang masih menganggur di luar sana. Rasa syukur akan meningkatkan semangat untuk melaksanakan tugas.

2. Nikmati
Mungkin Anda pernah naik angkot dan menyaksikan sang sopir sedang menyetir sambil menyeruput kopi yang dibungkus plastik, terkadang juga sambil mendengarkan musik. Yang mereka lakukan sama setiap hari, tetapi mereka sangat menikmatinya. Anda bisa mengambil contoh dari peristiwa tadi.
Anda bisa mengerjakan tugas-tugas kantor sambil minum kopi, teh hangat atau pun jus kesukaan Anda, sambil mendengarkan musik. Tentu ini harus disesuaikan dengan aturan yang ada di kantor, karena tiap kantor memiliki aturan masing-masing.

3. Berubah
Ada banyak hal yang bisa Anda ubah untuk menghindari kejenuhan. Misalnya, jika dari rumah menuju kantor ada lebih dari satu jalan, cobalah sekali-kali Anda melewati jalan yang lain dari yang biasa Anda lalui.
Jika Anda bekerja di dalam ruangan, Anda bisa mengubah tata ruangan, posisi meja, lemari, dan lain sebagainya. Masih banyak hal-hal yang bisa anda ubah seperti sesederhana mengubah merek ball pen.

Dengan tips sederhana tadi, mudah-mudahan bisa mengatasi kejenuhan, dan Anda akan bisa lebih semangat melaksanakan tugas sehari-hari, semoga.

Dari berbagai sumber

الجمعة، سبتمبر 29، 2006

Beradaptasi di Tempat Kerja

Dalam menjalani keseharian di dunia kerja, Anda akan bertemu dengan beragam tipe orang. Dari yang menyenangkan sampai yang menyebalkan bahkan menjengkelkan. Dari yang pendiam sampai yang bawel, dari Mr. Helper sampai Mr. Cuek dari Ms. Smart sampai Mrs. Gosip, dan beragam tipe lainnya. Agar Anda sukses dalam karir dan bisa melaksanakan pekerjaan dengan lancar, Anda harus tahu bagaimana caranya menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Apa pun tipe rekan kerja Anda, Anda harus bisa bergaul dengan mereka. Jika Anda bisa bergaul secara baik dengan mereka, maka jalur karir Anda akan lancar dan aman.
Inilah hal-hal yang perlu Anda ketahui dan jalankan:
1. Jika Anda adalah karyawan baru, maka luangkan waktu untuk mengamati lingkungan dan orang-orang yang ada di sana. Banyak-banyaklah melihat dan mendengar dari berbagai lapisan dan sudut yang ada di perusahaan tersebut. Jangan terlalu banyak bicara dulu. Ingat, Tuhan menciptakan manusia dengan dua mata, dua telinga dan hanya satu mulut. Apalagi Anda sebagai orang baru yang masih harus banyak belajar dan menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan lingkungan kerja yang baru.
2. Sebagai karyawan, Anda harus mematuhi pedoman dan peraturan kerja perusahaan. Terkecuali jika ada kebijakan perusahaan yang menurut Anda tidak sesuai dengan keinginan, Anda bisa menanyakan kepada pihak perusahaan. Namun, jika memang sudah demikian adanya dan Anda merasa tidak nyaman, Anda bisa memikirkan dan mempertimbangkan kembali keberadaan Anda di perusahaan tersebut.
3. Hati-hatilah dalam berbicara. Pembicaraan dengan rekan kerja sebaiknya yang ada kaitannya dengan pekerjaan Anda. Hindari pembicaraan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan perusahaan jika memang itu tidak ada kaitannya dengan tugas Anda. Mungkin rekan kerja Anda akan mengajak untuk bergosip. Jika demikian, sebaiknya Anda cukup hanya mendengarkan saja, tidak usah menanggapi dan mengomentari. Hindari Anda untuk ikut bergosip.
4. Jadilah orang yang disukai dan menyenangkan bagi rekan kerja. Caranya, bantulah rekan kerja yang sedang mengalami kesibukan dengan iklhas. Jika Anda bisa melakukan hal tersebut, reputasi Anda akan meningkat dan Anda akan disukai rekan kerja.
5. Hindari terlalu akrab dengan rekan kerja yang kerap membuat masalah atau orang-orang yang tidak disukai oleh bos. Disadari atau tidak, Anda akan terbawa ke dalam persoalan dan akan mendapat perhatian dari pihak perusahaan.
6. Jujurlah dalam melaksanakan kerja dan dalam kesepakatan-kesepakatan yang dibuat baik dengan rekan kerja atau pihak-pihak lain. Pepatah mengatakan, "Sekali lancung, seumur hidup orang tidak percaya". Maka dari itu, sedari awal jujurlah.
7. Mengatasi masalah dengan cara arif dan bijaksana. Dalam dunia kerja, krisis atau masalah itu hal yang biasa terjadi. Masalah dengan rekan kerja atau dengan atasan, harus diatasi dengan tenang dan penuh rasa hormat. Ingat Anda bekerja di kantor atau perusahaan, bukan di pasar atau di tempat parkir.
Semoga bermanfaat.
Sumber : Republika.

الاثنين، سبتمبر 25، 2006

Minggu Pertama di Kantor

Kebanyakan orang menganggap bahwa jika kita telah diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan, kita tidak memerlukan lagi strategi alias tinggal kerja saja. Tidak demikian adanya. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Bapak Anthoni Dio Marthin, seorang pakar SDM. Beliau mengungkapkan bahwa banyak eksekutif puncak mengatakan, apa yang dilakukan oleh karyawan baru pada minggu pertama sudah cukup menggambarkan apakah orang tersebut adalah orang yang tepat atau tidak. Artinya, sebagai karyawan baru perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi minggu pertama di kantor. Hal ini tentunya sangat diperlukan demi karir kita agar bisa berhasil sesuai dengan harapan. Strategi apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut adalah gambaran tentang apa saja yang perlu dilakukan di minggu pertama kerja.
1. Mengenal Rekan Kerja
Anda tidak mungkin kerja sendiri bukan? Nah untuk itulah ANda perlu mengenal rekan-rekan kerja. Biasanya pihak HRD atau personalia akan membawa Anda berkeliling untuk diperkenalkan ke seluruh karyawan. Dalam tahap ini, Anda harus tunjukkan sikap pribadi yang positif seperti ramah, terbuka, ceria dan optimis. Jangan lupa, hafalkan wajah rekan kerja Anda. Jangan sampai ANda salah memanggil nama orang.

2. Mengetahui Tugas Kerja Anda
Biasanya pihak personalia akan memberitahukan tugas kerja Anda. Namun, seandainya pihak personalia belum memberitahu Anda, tidak ada salahnya Anda berinisiatif menanyakan kepada pihak personalia. Jangan sampai terjadi, setelah proses pengenalan selesai, Anda terlihat bingung karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Di sini akan terlihat, apakah Anda tipe orang yang kreatif, penuh inisiatif cekatan atau tipe orang yang lamban dan hanya menunggu perintah.

3. Mengetahui Tugas Rekan Kerja
Kebanyakan karyawan baru, hanya berkonsentrasi pada pekerjaannya. Padahal, ada baiknya mengetahui apa pekerjaan rekan kerja terutama yang ada kaitannya dengan pekerjaan Anda. Dengan demikian, kita bisa mengetahui kepada siapa bisa meminta saran, bantuan atau pertimbangan pada saat dibutuhkan.

4. Mengenal Budaya Perusahaan
Anda perlu mengenal budaya perusahaan yang ada dilingkungan perusahaan tersebut untuk kemudian ikutilah. Mungkin Anda bisa mengatakan bahwa budaya tersebut tidak sesuai dengan pribadi Anda. Anda berkeinginan merubah budaya perusahaan tersebut. Namun demikian perlu Anda ingat, sebagai karyawan baru sebaiknya ikuti saja dulu. Jika ingin mengubahnya, ubahlah dengan perlahan-lahan tanpa orang mengetahuinya. Dan ini adalah masalah yang tidak mudah karena Anda harus mengubah kebiasaan banyak orang. Akan tetapi bukan hal yang mustahil, caranya, mulailah dari diri sendiri sebagaimana saran AA Gym.

5. Jadilah Pribadi yang Effektif
Ada resep cespleng dan berlaku universal di manapun Anda bekerja. Resep tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Bapak Mario Teguh, seorang konsultan bisnis terkemuka di Indonesia. Beliau mengatakan: Kepandaian untuk diterima, disukai dan dipercaya oleh orang lain adalah pemungkin bagi keberhasilan pribadi kita. Tanpanya, kita hanya akan menjadi orang yang hebat untuk diri sendiri, padahal tidak ada orang yang berhasil sendirian tanpa bantuan orang lain. Jadi, dimana pun Anda bekerja, langkah awal sebagai karyawan baru adalah berusahalah untuk bisa Diterima, Disukai dan Dipercaya. Semoga bermanfaat.
Dari berbagai sumber

الأربعاء، سبتمبر 13، 2006

Bekal Menghadapi Wawancara

Ketika panggilan untuk wawancara datang, maka rasa senang dan cemas akan datang bersamaan. Senang karena peluang untuk segera memperoleh pekerjaan mulai terbuka, cemas karena tidak tahu bagaimana saat menghadapi wawancara nanti. Sebenarnya Anda tidak perlu cemas, yang penting Anda harus mempersiapkan diri menghadapi wawancara nanti. Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain :
1. Mencari Informasi Seputar Perusahaan
Mencari tentang perusahaan di mana Anda melamar sangat penting artinya bagi Anda. Selain akan membantu ANda dalam menjawab pertanyaan pada saat wawancara, sekaligus untuk meyakinkan bahwa Anda tidak salah memilih perusahaan tersebut. Perihal perusahaan yang perlu Anda tahu adalah;
a. Seberapa besar perusahaan tersebut.
b. Berapa lama perusahaan berada di bisnis tersebut
c. Status perusahaan, publik atau swasta ?
d. Apakah perusahaan merupakan bisnis keluarga ?
e. Standar gaji karyawan di perusahaan tersebut

2. Persiapan Penampilan
Bicara masalah penampilan, kita bicara tentang kesan pertama. Kesan pertama sangat mempengaruhi keputusan prerekrut. Bahkan seorang pewawancara bisa membuat keputusan diterima atau tidaknya pelamar dalam lima menit pertama. Penampilan mencerminkan kepribadian. Penampilan juga terkait level pekerjaan. Semakin tinggi level pekerjaan, semakin kritis penampilan dievaluasi. Aspek utama dari penampilan adalah pakaian. Oleh karena itu, gunakan pakaian yang rapi, pilih warna yang elegan dan sesuaikan dengan posisi serta perusahaan yang Anda lamar. Termasuk dalam aspek penampilan adalah potongan rambut, pilih potongan rambut yang sesuai dengan kepribadian Anda.

3. Bahasa Tubuh
Ketika pertama kali bertemu perekrut, usahakan bahasa tubuh Anda memperlihatkan bahwa Anda antusias dan berenergi. Hal tersebut dapat dimulai dengan kontak mata dan jabatan tangan yang hangat, untuk hal ini Anda bisa melakukan latihan. Aspek bahasa tubuh lainnya yang perlu diperhatikan adalah sikap duduk dan ekspresi. Sikap duduk Anda sebaiknya menyesuaikan dengan sikap duduk pewawancara. Namun jika pewawancara merubah sikap duduknya menjadi agak santai, usahakan Anda tetap serius, jangan kelihatan Anda santai. Kemudian ekspresi. Tunjukan ekspresi positif ketika wawancara seperti gembira, percaya diri dan bersemangat. Sebaliknya hindari ekspresi negatif seperti kurang percaya diri, takut, cemas, sendu, dan sebagainya.

4. Menjawab Pertanyaan
Hal pertama yang harus dimiliki adalah bahwa posisi Anda dan perusahaan sama tinggi. Dengan demikian Anda akan memiliki percaya diri yang cukup sehingga akan memperlancar Anda dalam menjawab pertanyaan. Pilih kata-katanya, sampaikan secara sistematis dan mengalir. Sebagai bekal utama dalam menjawab pertanyaan, tentunya Anda harus banyak belajar cara dengan membaca hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi dan pekerjaan yang Anda lamar.

5. Negosiasi Gaji
Negosiasi gaji ini ada etikanya. Jangan pernah masuk ke perbincangan masalah gaji, jika pewawancara belum menanyakan. Apabila pewawancara sudah menanyakan, berhati-hatilah dalam menjawab. Jika Pewawancar menanyakan berapa gaji yang Anda inginkan ? Mungkin jawaban yang paling aman adalah sesuai dengan standar di perusahaan ini. Namun jika pewawancara menginginkan Anda menyebutkan nominalnya, maka sebutkanlah sesuai dengan yang Anda inginkan tentunya harus mengingat langkah 1 point e sebagaimana tersebut di atas.
Semoga bermanfaat.
Dari berbagai sumber

Wassalam,
Badiyo

الثلاثاء، سبتمبر 05، 2006

Sebagai lanjutan tulisan terdahulu di mana telah dibahas contoh surat lamaran dan juga tips mengirimkan surat lamaran, maka kali ini saya tuliskan contoh daftar riwayat hidup. Seperti halnya dengan surat lamaran, daftar riwayat hidup ini juga tidak ada yang baku, sehingga Anda bisa membuat daftar riwayat hidup sesuai dengan kebutuhan, yang penting berpatokan pada daftar riwayat hidup yang standar atau umum sering digunakan oleh para pelamar. Berikut contoh daftar riwayat hidup :


DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Foto diri




DATA PRIBADI
Nama : Elsa Rosidah
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 1 Juni 1982
Alamat : Jl. Sengon III No. 100 Depok
Status : Belum menikah
Telp/HP : 775xxxx/0817xxxxxxxx
Email : lsa@yahoo.com

PENDIDIKAN FORMAL
1999 - 2003 : Universitas Nusantara, Fakultas Sastra India, dengan IP 3,00
1996 - 1999 : Sekolah Menengah Umum Bimantara Depok
1993 - 1996 : Sekolah Menengah Pertama tujuh-tujuh Depok
1987 - 1993 : Sekolah Dasar Negeri Teratai 12, Depok

PENDIDIKAN NON FORMAL
2003 : Seminar Business Market Expose 2000 diselenggarakan oleh Universitas Nusantara
2002 : Kursus Komputer Microsoft Windows, di Tunas Nusa
2001 : Kursus Bahasa Inggris, "General english" pada LIA Ciputat
dst.

PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH
1. Juara I Kompetisi Matematika Tingkat Kecamatan
2. Juara II Kompetisi Bahasa Inggris
3. Juara Mengarang Tingkat SMU
4. dst.

PENGALAMAN KERJA
1. Staf Marketing di Duta Business, Jakarta
2. Editor Majalah "Langlang Buana"
3. Mengajar Privat
4. dst

Depok, September 2006


Elsa Rosidah

الجمعة، أغسطس 25، 2006

Tips Mengirimkan Surat Lamaran Kerja

Menurut informasi di media, bahwa jumlah angka pengangguran saat ini kurang lebih 12 juta orang. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa kompetisi untuk memperebutkan sebuah pekerjaan amatlah tinggi. Untuk menjadi pemenang, maka langkah pertama adalah pastikan bahwa surat lamaran kerja yang Anda kirim menonjol diantara surat lamaran kerja yang lain sehingga menarik recruiter untuk segera membuka dan membacanya. Ada sebuah fakta yang perlu Anda ketahui bahwa, "Sekitar 90 % dari total surat lamaran yang beredar di Indonesia bermasalah. Lebih parah lagi, 80 % surat lamaran bahkan tidak pernah dibuka dan dibaca oleh pihak HRD perusahaan recruiter". Fakta itu diungkapkan oleh motivator dunia kerja Indonesia, Adhi Harisman sebagaimana dimuat di Media Indonesia, 22 Juli 2006.

Dengan kondisi semacam itu, maka para pelamar perlu trik-trik jitu untuk bisa menarik perhatian pihak recruiter. Berikut ini saya sampaikan tips-tips yang mungkin bisa membantu Anda.
1. Berani Tampil Beda
Saat ini umumnya surat lamaran beramplop coklat. Untuk menarik perhatian, Anda boleh menggunakan amplop warna lain, yang penting pilihlah warna yang elegan, jangan norak. Kalaupun tetap menggunakan amplop coklat, usahakan amplop tersebut dalam kondisi bersih, rapih termasuk tulisan alamat tujuan maupun pengirim. Hindari mengirim surat lamaran kerja dengan kondisi amplop kotor, kusut dan tidak rapih.
2. Tulis Alamat tujuan dengan benar dan tepat. Untuk ini, Anda harus memperhatikan iklan lowongan kerja tersebut. Atau jika Anda tahu ada lowongan dari teman atau saudara, maka tanyakan padanya, tentang kemana dan kepada siapa surat lamaran itu harus ditujukkan. Hal ini penting mengingat jika Anda kurang atau tidak tepat menuliskannya, Anda dianggap kurang serius dalam melamar pekerjaan tersebut.
3. Ketiklah Surat Lamaran
Jika tidak ada persyaratan khusus yang diminta oleh pihak recruiter, maka surat lamaran kerja sebaiknya diketik komputer. Selain lebih rapih dan mudah dibaca, hal ini juga memberikan tanda bahwa Anda tidak gaptek. Jika memang terpaksa ditulis tangan, tulislah dengan baik, rapih dan mudah dibaca sehingga tidak menyulitkan pihak recruiter. Hindari mengirimkan surat lamaran dengan ketikan atau tulisan yang acak-acakkan.
4. Tulis Surat lamaran dalam 2 atau 3 paragraf yang cukup untuk menampung hal-hal yang esensial. Hindari menulis surat lamaran yang terlalu panjang atau terlalu pendek.
5. Tulis alamat Anda dengan tepat dan benar.
Sering kali terjadi pelamar menulis alamat yang kurang lengkap dan jelas. Barangkali karena yang bersangkutan pendatang atau sedang menumpang di rumah Saudara. Jika memang demikian, tanyakan kepada saudara tentang alamat lengkap dimana Anda sekarang tinggal. Jangan lupa pula mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Usahakan lebih dari satu nomor telepon.

Demikian tips-tips dalam mengirimkan surat lamaran. Walaupun sekarang sudah ada media lain seperti email bahkan SMS, namun melamar pekerjaan dengan menggunakan surat masih bisa dilakukan. Semoga bermanfaat.
disarikan dari berbagai sumber.

Wassalam,
Badiyo

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...