الجمعة، ديسمبر 04، 2015

Updatelah Blog Anda Minimal Satu Kata


Dalam sebuah sesi pelatihan menulis, salah seorang instruktur yaitu Pak Dodi Mawardi berpesan kepada para peserta Pelatihan Menulis Laskar Pena Hijau 2015 untuk membuat blog. Selain itu Pak Dodi Mawardi juga berpesan agar setelah memiliki blog maka jangan lupa untuk meng-update-nya.

“Jangan biarkan blog Anda sepi seperti kuburan. Updatelah blog Anda. Jika masih belum bisa menulis, isilah blog Anda dengan puisi. Jika tidak bisa menulis puisi, tulislah satu buah kalimat saja. Jika masih tidak bisa juga, updatelah blog Anda dengan minimal satu kata”, begitu pesan penulis buku Belajar Goblog dari Bob Sadino.

Pesannya benar dan jelas namun sekaligus menyentil. Masak seorang penulis, seorang bloger hanya bisa menulis cuma satu kata. Padahal di jaman sekarang ini, setiap orang ber-SMS-an atau ber-WhatshApp-an setiap hari. Sehari bisa sms atau WA dua tiga kali bahkan mungkin lebih. Setiap kali SMS atau WA paling tidak lima kata. Jika demikian maka lima kali tiga sama dengan lima belas kata. Itu hanya perkiraan dan diambil minimal. Pada fakta dan kenyataannya pasti lebih dari itu.

Jika sehari seseorang bisa SMS atau WA sampai lima belas kata, maka berarti dia bisa menulis sebanyak itu. Itu artinya menulis memang mudah, semudah ber-SMS atau WA. Maka tidak ada lagi alasan bagi seorang penulis atau bloger untuk tidak meng-update blognya.


Salam nge-Blog.

الثلاثاء، ديسمبر 01، 2015

Jangan Biarkan Blog Anda Mati Suri


Tulisan ini masih berkenaan dengan bagaimana “memelihara” blog. Sebelumnya saya sudah menulis tentang gampangya membuat blog, namun meng-updatenya yang tidak mudah. Kenapa meng-update blog itu saya katakan tidak mudah?

Pertama tentu berdasarka pengalaman saya sendiri. Saya punya beberapa blog namun seringkali terbengkalai. Lama didiamkan dan tidak di-update. Kedua, pengalaman saya rupanya juga banyak dialami oleh bloger lain. Karena berbagai alasan, banyak bloger yang membiarkan blog-nya tanpa diupdate.

Berbagai alasan tersebut antara lain tidak ada waktu karena sibuk kerja,  tidak ada ide dan bingung mau menulis apa. Jika itu alasan dan masalahnya, mari kita coba mencari jalan keluarnya.      

Pertama, jika kita sibuk kerja di kantor. Hal ini memang sangat dimaklumi. Apalagi di jaman sekarang di mana tuntutan kerja semakin tinggi. Berangkat pukul enam pagi pulang pukul delapan malam. Bahkan mungkin ada yang lebih pagi berangatnya dan lebih malam pulangnya. Kalau sudah begitu, bagaimana menyempatkan diri untuk meng-update blog?

Caranya, sempatkan waktu barang lima hingga sepuluh menit, saat sebelum berangkat, atau waktu istirahat di kantor, atau saat rehat sebelum tidur. Gunakan waktu tersebut untuk menulis dan meng-udate blog. Hal itu bisa dilakukan dua hari sekali, tiga hari sekali atau minimal seminggu sekali. Ingat, menulis blog tidak harus banyak dan tidak harus serius. Santai aja Bro.....

Kedua, jika tidak ada ide dan bingung mau menulis apa. Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset. Jangan punya pikiran bahwa menulis blog itu seperti menulis proposal, makalah, karya ilmiah apalagi skripsi atau tesis. Meulis di blog juga bukan seperti menulis opini atau karangan khas untuk media mainstrem seperti koran.

Blog yang berasal dar kata web dan log adalah media baru yang mirip buku diary di jama dulu. Bedanya jika diary biasanya bersifat pribadi dan hanya penulisnya yang bisa membaca, blog bisa dibaca oleh siapa saja. Karena itu, sebenarya menulis blog itu mudah. Semudah menulis diary atau buku catatan harian.

Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bingung mau menulis apa. Menulislah seperti menulis buku catatan harian. Misalnya hari ini saat berangkat kerja bertemu dengan orang-orang yang arogan di jalan raya misalnya. Boro-boro berempati, bahkan jalan raya pun seolah milik mereka. Itu menarik dan jika ditulis bisa jadi tiga atau empat paragraf. Lumayan.

Atau di tempat kerja, kita berinteraksi dengan orang-orang yang sok suci namun bermuka dua misalya. Itu juga menarik untuk ditulis. Suci dan bermuka dua itu kontradiktif dan ambigu. Karena jika orang yang suci beneran pastinya dia bermuka hanya satu. Sebaliknya, jika orang yang bermuka dua itu bukanlah orang suci beneran. Ya, sok suci itu memang hak mereka, hak semua orang untuk menganggap dirinya suci. Tapi ingat, sok suci, bukan berarti suci beneran. Jika tema ini ditulis, bukan tak mungin bisa menjadi lima hingga tujuh alinea. Bahkan mungkin berlembar-lembar ukuran kertas A4.

Dan masih banyak lagi. Anda suka musik, film, sepak bola, berita politik, traveling, ata sinetron? Itu juga bisa menjadi bahan tema tulisan di blog. Selain itu tentu masih ada lagi yang bisa dijadikan tulisan untuk dimuat atau diposting di blog.


Dalam sebuah kesempatan, Kang Dodi Mawardi berpesan kepada para peserta Pelatihan Menulis Laskar Pena Hijau 2015. “Jangan biarkan blog Anda sepi seperti kuburan. Updatelah blog Anda. Jika masih belum bisa menulis, isilah blog Anda dengan puisi. Jika tidak bisa menulis puisi, tulislah satu buah kalimat saja. Jika masih tidak bisa juga, updatelah blog Anda dengan minimal satu kata”. 

Jadi, jangan biarkan blog Anda mati suri. Updatelah sesering mungkin, syukur-syukur bisa setiap hari atau minimal seminggu sekali. "Ala bisa karena biasa" begitu kata pepatah.

Selamat mencoba. Salam nge-Blog.

الاثنين، نوفمبر 23، 2015

Bukan Sekadar Membuat, Namun Bagaimana Meng-update Blog itu?

Sebelumnya saya pernah menulis tentang mudahnya membuat blog dan susahnya meng-update. Tulisan itu tertangal 14 September 2015. Berikutnya hanya satu tulisan yang diupdate tanggal 25 September 2015. Itu pun tulisan lomba yang diadakan PT AETRA, perusahaan Air Minum rekanan PDAM Jakarta. Setelah itu praktis saya belum meng-update blog ini hingga tulisan ini dibuat.

Jadi memang benar bahwa membuat blog itu mudah namun meng-update-nya yang sulit. Padahal kalau saya ingat-ingat, saya membuat blog mulai tahun 2007 itu sebagai sarana untuk berlatih menulis. Caranya adalah dengan meng-update blog sesering mungkin, sebanyak mungkin. Namun apa hendak dikata, semangat besar namun tenaga kurang. Dan ternyata, semangat saja tidak cukup.

Saking semangatnya belajar menulis, saya membuat banyak blog. Setiap layanan blog gratis saya coba membuatnya. Mulai dari Multiply, Blogdrive, Blogsome, My Opera, Livejournal, Blogspot, Wordpress, Dag Dig Dug, Blog Detik dan terakhir Kompasiana. Multiply kini berubah menjadi blog berbayar. Sebelum perubahan itu, Multiply memberitahu para pengguna sehingga saya sempat memindahkan tulisan saya ke Blogspot.

Blogdrive, Blogsome dan My Opera saya tidak tahu kabarnya. Blog Livejournal saya masih ada namun belum pernah update dan sering lupa pasword. Dag Dig Dug adalah blog keroyokan yang nasibnya saya juga tidak tahu lagi. Di Blog Detik saya ngos-ngosan jadi saya menyerah dan menyatakan mundur. Praktis sekarang saya hanya aktif di blogspot, wordpress dan kompasiana.

Ketika menulis ini, saya sedang “ngiler” dengan Indonesiana, blog keroyokan milik Tempo. Kepengin mendaftar dan punya akun di Indonesiana. Namun saya harus realistis. Sebelum mendaftar, saya harus bertaya pada diri sendiri, seberapa mampu saya bisa meng-update blog itu nantinya?”   


Salam nge-Blog.

الجمعة، سبتمبر 25، 2015

Bersama Aetra, Kita Selamatkan Air Tanah Jakarta



Untuk memenuhi kebutuhan air  baik untuk minum, mencuci dan kebutuhan lainnya, warga Jakarta umumnya menggunakan air tanah. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Untuk mengambil Air tanah Jakarta warga membuat sumur pantek atau dengan mesin air jetpam. Selain itu, sebagian warga Jakarta ada yang memilih menggunakan air bersih perpiaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kebanyakan warga lebih memilih membuat sumur sendiri dari pada harus berlangganan air dari PAM. Warga menganggap hal itu lebih hemat karena hanya dibutuhkan biaya saat pembuatan sumur saja. Berbeda kalau berlangganan air dari PDAM. Selain menyiapkan biaya saat pemasangan instalasi,  warga juga harus mengeluarkan biaya langganan setiap bulan.

Padahal pendapat itu sesungguhnya tidak tepat. Karena dengan berlangganan air bersih perpipaan, warga akan mendapatkan air bersih yang terjamin kualitasnya. Sedangkan air tanah Jakarta tidak ada jaminan kalau air itu bersih dan layak pakai. Sering ditemukan air tanah Jakarta yang keruh dan bau. Bahkan sering juga ditemukan ar tanah jkarta yang mengandung bakteri dan mineral yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Selain itu kebanyakan masyarakat juga belum mengetahui dampak negatif dari pengambilan air tanah yang berlebihan. Jika dibiarkan, maka dampak negatif tersebut akan merugikan warga Jakarta sendiri. Ada beberapa dampak negatif yang perlu diketahui jika pengambilan air tanah Jakarta terus dilakukan. Dampak negatif tersebut antara lain turunya permukaan tanah atau land subsidance dan intrusi air laut.

Pengambilan air tanah yang terus menerus dan berlebihan akan mengakibatkan turunnya permukaan tanah atau land subsidance. Jika hal itu terus terjadi maka akan sangat berbahaya bagi warga Jakarta sendir. Selain banjir, juga akan mengakibatka kerusakan pada bangunan fisik gedung-gedung yang ada di Jakarta. 

Dampak negatif lainnya yakni intrusi air laut. Pengambilan air tanah yang terus menerus akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan hidrostatik antara air tanah tawar dan air tanah asin (air laut) di daerah pantai. Jika hal itu maka akan mengakibatkan pergerakan air tanah asin (air laut) menuju ke daratan dan terjadilah intrusi air laut. Jika ini terjadi maka air tanah yang tadinya layak minum mengalami degradasi mutu dan menjadi tidak layak untuk diminum.

Mengingat dampak negatif tersebut, maka penggunaan air tanah di Jakarta harus segera dibatasi atau bahkan dihentikan. Menurut data dari Badan Geologi, ESDM, neraca Air Tanah Jakarta saat ini adalah, potensi air tanah 52 juta m3/tahun. Sedangkan pengambilan air tanah 21 juta m3/tahun atau sebesar 40%. Seharusnya pengambilan air tanah maksimal 20%. Sehingga kondisi pengambilan air tanah di Jakarta dikategorikan kritis karena sudah melampaui batas maksimal.
 
Upaya pencegahan terus dilakukan berbagai pihak baik Pemerintah DKI Jakarta dan elemen masyarakat yang peduli lingkungan. Pemerintah Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub)  No 37 tahun 2009 tentang Kenaikan Pajak Air Bawah Tanah. Salah satu tujuan Pergub ini adalah membatasi pengambilan air tanah oleh warga. Sayangnya hingga saat ini Pergub No 37 tahun 2009 tersebut belum dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh pemerintah. Sehingga masih banyak warga yang melanggar Pergub tersebut. Ke depan Pemerintah DKI diharapkan untuk lebih tegas dan konsisten menerapkan Pergub terseut. 

Untuk memenuhi kebutuhan air bagi warganya, Pemerintah DKI Jakarta melalui PDAM telah menunjuk PT Aetra Air Jakarta untuk penyediaan air bersih perpinaan. PT Aetra Air Jakarta adalah nama baru daru PT Themes PAM Jaya (TPJ). Perusahaan ini telah mendapat hak dari Perjanjian Kerjasama dengan PAM Jaya, untuk mengelola, mengoperasikan dan memelihara sistem penyediaan air bersih. Wilayah operasional PT Aetra Air Jakarta adalah wilayah Jakarta sebelah timur sungai Ciliwung. Perusahaan ini memiliki visi yang sangat mulia yakn menjadi Penyedia Layanan Air Minum Terdepan di Indonesia.

Sebagai Bloger kita bisa ikut berperan aktif dalam menyelamatkan air tanah Jakarta. Upaya yang bisa kita lakukan adalah menyampaikan informasi tentang dampak negatif pengambilan air tanah yang berlebihan. Melalui blog, facebook, twitter atau media sosial lainnya, kita sebarkan informasi ini. Kemudian menghimbau kepada warga Jakarta agar menggunakan air bersih perpipaan dari PT Aetra Jakarta. Dengan demikian warga Jakarta bisa memperole air bersih yang terjamin kualtasnya. Di saat yang sama, warga juga telah melakukan upaya penyelamatan air tanah Jakarta.

Daftar Referensi:
2.      www.aetra.co.id
3.      www.esdm.go.id
4.      Heruhendrayana.staff.ugm.ac.id/web/down/dampakabt.pdf

الاثنين، سبتمبر 14، 2015

Membuat Blog itu Mudah, Update-nya yang Susah

Dalam sebuah sesi pelatihan menulis, di akhir acara Moderator bertanya kepada para peserta: “Siapa yang sudah punya blog pribadi?” Tidak sampai separuh peserta yang mengangat tangannya. Moderator kemudian melanjutkan pertanyaan berikutnya: “Siapa yang sudah punya akun di Kompasiana?” Terlihat semakin sedikit peserta yang mengangkat tangannya.

Saya sebagai salah satu peserta pelatihan yang sudah punya keduanya. Karena itu tak heran jika akhirnya beberapa teman bertanya kepada saya. “Bagaimana sih caranya buat blog?” Saya jawab bahwa membuat blog itu mudah. Tinggal buka situs blog tersebut dan mendaftar. Misalnya untuk blogspot, maka buka www.blogger.com kemudian melakukan pendaftara. Begitu juga untuk Kompasiana, buka www.kompasiana.com kemudian melakukan pendaftaran.

Bagaimana caranya mendaftar? Gampang, tinggal klik daftar atau register, selanjutnya tinggal mengisi data yang diminta.

Jadi sebenarnya membuat blog itu mudah alias gampang. Yang sulit itu meng-update-nya atau mengisi blog tersebut dengan tulisan. Ini yang sering dialami banyak blogger, termasuk saya. Alhamdulillah, saya bersyukur hari ini bisa meng-update blog dengan tulisan ini.

Selamat nge-Blog

Sumber Foto: Google

السبت، مارس 21، 2015

Save Etika Sopan dan Santun

Akhir-akhir ini hati saya dibuat resah. Hampir setiap hari, baik di Medsos maupun di media mainstream, saya membaca sebuah argument yang menurut saya menyesatkan. “Dari pada bersikap sopan, santun penuh etika, tetapi penipu dan mencuri uang rakyat, lebih baik kasar, garang dan tak beretika, namun membela kebenaran dan melawan koruptor atau pencuri uang rakyat”. Argumen ini sedang ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan argument itu. Namun saya sebagai orang tua dan orang yang bekerja di dunia pendidikan, sangat resah dibuatnya. Bukan tidak mungkin banyak orang yang akan salah mengambil kesimpulan dari argument tersebut. Bisa saja orang akan menyimpulkan bahwa orang yang sopan, santun dan beretika itu penipu, pembohong dan mencuri uang rakyat. Sebaliknya, orang yang garang, keras dan tak beretika itu pasti orang yang baik. Orang yang seperti itulah yang membela kebenaran dan melawan koruptor.

Masih Perlukan Etika, Sopan dan Santun?

Berawal dari perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dengan DPRD DKI terkait anggaran Pemda DKI tahun 2015. Ahok menuduh DPRD menyelipkan anggaran siluman yang nilainya tak sedikit, 12,1 T. Ahok berang, DPRD pun tak terima tuduhan itu. Ketika perseteruan semakin memanas, pihak Kemendagri pun turun tangan.

Setelah melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak secara terpisah, Kemendagri mempertemukan keduanya tanggal 5 Maret 2015 lalu. Tujuannya adalah untuk mencari titik temu dan kesepakatan. Dalam mediasi tersebut, Sekjen Kemendagri, Yuswandi A. Tumenggung bertindak sebagai mediator.

Sayang pertemuan tersebut menemui jalan buntu setelah tidak tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Lebih dari itu, berakhir ricuh. Ahok marah-marah dengan jari tangannya menunjuk-nunjuk kea rah anggota DPRD. Sebaliknya, beberapa anggota DPRD juga berbicara lantang kepada gubernur Ahok. Bahkan konon sempat terdengan teriakan tidak etis di ruang pertemuan itu.

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...