الثلاثاء، يناير 29، 2013

Parfum Pemikat

“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”, begitu tagline sebuah iklan parfum yang pernah nongol di televisi beberapa tahun silam.

Dulu, saat iklan itu muncul kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, rasanya tidak ada yang aneh atau kurang dari tagline iklan tersebut. Bahkan terdengar bagus dan terkesan kreatif. Namun jika kita mendengarnya sekarang, rasanya kok kurang pas lagi. Loh, kenapa? Memangnya ada yang salah dengan iklan itu.

Sebelum membahasnya, saya ingin bercerita tentang sebuah sebuah film televisi berjudul Parfum Pemikat. Film itu telah ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta, Trans TV dalam acara Bioskop Indonesia, Rabu 3 Januari 2013 lalu.

Film itu menceritakan seorang gadis kampung berparas buruk, bernama Intan yang mencoba mengadu nasib di kota. Selain kuliah, dia juga bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di sebuah toko milik Koh Go Ceng. Penampilan dan wajah yang ndeso ditambah gigi tonggos, membuat ia kesulitan dalam melaksanakan tugasnya sebagai SPG. 


Koh Go Ceng mengeluhkan sepinya toko dari pembeli. Suatu ketika, Koh Go Ceng memanggil Intan untuk membicarakan hal itu. Intan berusaha membela diri. Dia berjanji akan meningkatkan penjualan dengan cara melakukan komunikasi persuasif yang lebih intensif. Koh Goceng menolak ide Intan dan beralasan bahwa toko sebelah ramai itu karena SPG-nya cantik dan seksi.

Sampai suatu saat saking sepinya, toko itu nyaris bangkrut. Maka Koh Go Ceng mengancam akan memecat Intan jika tidak juga ada penjualan. Intan yang ketakutan berusaha memohon-mohon untuk diberi kesempatan lagi. Dia berjanji akan menjual, menjual dan menjual. 

Menyadari keterbatasan dirinya, Intan berpikir keras bagaimana agar bisa menarik perhatian calon pembeli. Dia teringat suatu ketika pernah berkunjung ke sebuah toko KR. Amat di Jalan Muslihat. Toko itu menjual berbagai macam barang antik dan keramat. Saat itu, intan sempat melihat ada sebuah Parfum. Menurut pemilik toko, Pak Amat, parfum itu memiliki daya pikat bagi sang pemakai. Syaratnya, saat memakai cukup hanya sekali semprot tidak boleh lebih. Selain itu, syarat berikutnya adalah parfum itu tidak boleh dipakai sampai habis.

Datanglah Intan ke toko itu dan membeli parfum yang pernah dilihatnya beberapa waktu sebelumnya. Benar saja, setelah memakai parfum itu penampilan Intan langsung berubah. Intan menjadi seorang gadis yang cantik dan tidak tonggos lagi. Mulai saat itu, toko Koh Go Ceng semakin ramai oleh pembeli. Penjualan, penjualan dan terus terjadi penjualan. Sampai akhirnya, Koh Go Ceng memberi bonus berupa sepeda motor untuk Intan.

Di kampus, Intan mempunyai beberapa teman diantaranya Jefan dan Nadia. Mereka berdua adalah teman dekat Intan. Nadia ternyata adalah seorang gadis indigo yang bisa melihat sesuatu di balik kasat mata. Suatu ketika, Nadia melihat parfum milik Intan berisi belatung. Nadia merasa bahwa Intan dalam pengaruh buruk. Maka Nadia dan Jefan berusaha membujuk Intan untuk segera menghentikan pemakaian parfum itu. Namun Intan menolak.

Sampai suatu saat parfum itu benar-benar habis. Saat itu akibat buruk benar-benar terjadi pada Intan. Wajah dan tubuh Intan tiba-tiba berubah menjadi tua seperti seorang nenek-nenek. Tubuh Intan terus melemah dan melemah. Sampai akhirnya Intan menghembuskan nafas terakhir di depan sahabat setia, Jefan dan Nadia.

Ada pelajaran penting yang bisa diambil khususnya bagi para salesman atau penjual.  Bahwa untuk bisa melakukan penjualan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menarik perhatian calon pembeli. Untuk menarik perhatian, maka seorang penjual harus berpenampilan menarik. Bersih dan rapi adalah standar minimal untuk tampil menarik. Sopan, santun, ramah dan anggun akan menambah daya tarik.

Daya tarik adalah kesan pertama yang dilihat oleh para calon pembeli. Dalam berjualan, kesan pertama harus menggoda. Setelah itu, pastikan mereka terpesona. Belajar dari Tung Desem Waringin, buat situasi dan kondisi sedemikian rupa sehingga kalau orang tidak membeli produk atau jasa kita, seolah-olah mereka itu goblok. Jadi, jangan serahkan keputusan beli atau tidak kepada para pelanggan. Kitalah sebagai selesmen yang harus mampu menggiring para calon pembeli untuk membuat keputusan membeli produk atau jasa kita.

Jadi, ”Kesan pertama harus menggoda, selanjutnya pastikan mereka terpesona”. Kalau perlu, buat mereka tergila-gila sehingga pada akhirnya mau membeli produk atau jasa kita.

Salam Super Dahsyat

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...