الخميس، فبراير 23، 2017

Menulis adalah Berjuang

Akhir-akhir ini masyarakat sering dibuat bingung oleh berita-berita yang beredar khususnya di media sosial. Berita foto yang memperlhatkan jembatan Cisomang yang nyaris ambruk hingga berita tentang berbagai produk makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Belum lagi berita-berita berbau politik yang belum jelas data, fakta dan kebenarannya. Sebagian masyarakat dibuat bingung, sebagian lain terlanjur memercayai sebagai sebuah kebenaran.

Seiring perkembangan teknologi komunikasi dan perkembagan jaman, kini hampir setiap orang memegang telepon pintar atau smartphone. Dengan smartphone dan koneksi internet, beragam informasi bisa didapat setiap saat. Berita dan informasi itu diperoleh melalui media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp dan media sosial lainnya.      

الأربعاء، فبراير 08، 2017

Objektiflah

Siapa pun kita dan di manapun berada, bersikaplah objektif. Jika ada tetangga yang meanyakan tentang seseorang atau sesuatu, sampaikanlah informasi yang kita miliki secara objektif. Apa adanya namun sesuai dengan fakta dan data yang kita punya. Jika ditanya tenang sesuatu yang kita tidak tahu lebih baik katakana saja, tidak tahu. Jangan mengarang-ngarang sendiri.

Jika kita seorang karyawan di sebuah perusahaan dan atasan kita menanyakan berbagai hal, jawablah secara objektif. Jika yang ditanya tentan profil seseorang (karyawan lain) jawablah secara objektif. Kelebihan dan kekuranannya, kebaikan dan kejelekannya. Jangan hanya kebaikan dan kelebihannya saja. Atau hanya keburukan dan kekurangannya saja.

الثلاثاء، يناير 24، 2017

Belajar Politik: Belajar dari Sejarah

Politik, menurut Wikipedia,  berasal dari bahasa Yunani, politicos yang berarti dari, untuk atau yang berkaitan dengan warga negara, adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.    

Lebih sederhananya, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan baik secara konstitusional maupun inkonstitusional. Contoh meraih kekuasaan secara konstitusional adalah melalui Pemilu. Sedangkan kudeta adalah contoh meraih kekuasaan secara inskonstitusional.

الاثنين، يناير 23، 2017

Dari Black Campaign Menjadi Hoax

Sebenarnya tadinya saya ingin untuk tidak menulis lagi tentang politik. Selain kurang bermanfaat, menulis tentang politik dikhawatirkan akan menimbulkan perselisihan yang tidak perlu.  

Namun melihat maraknya hoax dan banyaknya orang yang tertipu berita palsu, dengan terpaksa saya kembali menulis hal-hal yang berbau politik. Satu alasan kuat yang saya pegang adalah, ikut berperan serta dalam gerakan melawan hoax.

Saya memang bukan orang politik, apalagi pengamat atau pakar. Saya sadar kalau saya bukan siapa-siapa. Saya hanya seorang awam yang sedikit melek politik. Pemahaman politik saya yang sedikit itu diperoleh mungut di jalanan.

السبت، يناير 14، 2017

Bedakan Politik dan Agama

Belakangan banyak orang yang merindukan khotbah Jum’at yang sejuk dan menenteramkan. Awalnya saya merasakan hal seperti itu dan saya simpan di dalam hati.

Namun ketika ngobrol dengan teman dan juga melihat media sosial, ternyata banyak orang merasakan hal yang sama. Bahkan seorang teman bercerita ada seorang temannya yang akhirya sampai beberapa kali tidak solat Jum’at lantaran puising mendengarkan khutbah Jum’at yang isinya caci maki terhadap sesama.

Pertanyaannya adalah, Khutbah Jum’at seperti apa yang sejuk dan menenteramkan hati umat itu? Tentu setiap orang punya jawaban masing-masing yang mungin berbeda. Tapi kalau menurut saya adalah khutbah yang mengingatkan jamaah akan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah. Tanpa dibumbui pesan-pesan politik.


الجمعة، يناير 13، 2017

Siapa Paling Rentan Termakan Hoax?

Meski sudah banyak peringatan baik melalui media mainstream maupu media social, namun hingga saat ini masih saja beredar berita hoax. Parahnya masih banyak masyarakat yang memercayainya bahwa itu sebuat fakta dan kebenaran. Lebih memprihatinkan lagi bahwa orang yang termakan hoax itu bukan hanya orang biasa dan awam, namun termasuk dari kalangan intelek dan terdidik.

Saat ini ada banyak, puluhan bahkan mungkin ratusan berita hoax yang beredar setiap hari. Berita hoax itu beragam dan bermacam-macam. Namun kalau diamati semua hoax itu ada keterkaitannya. Jika dijalin maka berita-berita hoax itu bisa mejadi sebuah rangkaian.

السبت، ديسمبر 24، 2016

Menyelamatkan Bangsa dari Serangan Hoax

Akhir-akhir ini kita disuguhi fenomena maraknya penyebara Hoax yang begitu cepat dan masif. Hoax, menurut Wikipedia adalah berita palsu, kabar burung, atau menipu. Mengacu definisi tersebut, Hoax dapat disimpulkan sebagai berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data yang sebenarnya, belum tentu kebenarannya dan tidak jelas asal-usul dan sumbernya.  

Sayangnya masyarakat kita sangat mudah sekali percaya dengan berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Bukan sekadar percaya, bahkan tidak sedikit masyarakat yang ikut-ikutan menyebarkan berita tersebut. Seandainya berita itu benar, maka tidak menjadi persoalan. Namun kebanyakan berita yang beredar belakangan ini adalah berita palsu yang tidak jelas sumbernya. Bukan hanya menyesatkan, berita palsu atau Hoax seringkali menjadi fitnah dan berpotesi mengadu-domba masyarakat.

Daftar Bupati Purbalingga

DAFTAR BUPATI PURBALINGGA Foto: Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (medcom.id) Tahukah Anda, bupati Purbalingga saat ini y...